
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa bergerak lesu pada perdagangan Senin (07/09), mengawali pekan dengan sentimen hati-hati karena meningkatnya ketegangan militer di Teluk Persia dan menjelang keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa. Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun sekitar 0,1% dan bertahan di dekat level terendah dalam beberapa pekan, sementara investor cenderung menahan diri dari mengambil posisi besar.
Indeks utama kawasan juga kesulitan membangun momentum. DAX Jerman dan CAC 40 Prancis bergerak dalam rentang sempit karena pelaku pasar mempertimbangkan dampak kenaikan biaya energi terhadap perusahaan Eropa sekaligus meningkatnya ekspektasi bahwa European Central Bank dapat kembali menaikkan suku bunga.
Sentimen semakin tertekan setelah Iran mengisyaratkan rencana menetapkan zona terbatas baru di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Langkah tersebut muncul setelah pasukan Amerika Serikat menyerang dan melumpuhkan tiga kapal tanker minyak Iran selama akhir pekan, sebagai balasan atas serangan rudal balistik Iran terhadap dua kapal perang Angkatan Laut AS di kawasan tersebut.
Ketegangan militer itu kembali mendorong harga minyak lebih tinggi. Brent dan WTI naik sekitar 1% pada perdagangan Senin, melanjutkan reli tajam pekan sebelumnya. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran bahwa gangguan pelayaran melalui Hormuz dapat memperketat pasokan energi global dan meningkatkan biaya produksi bagi perusahaan-perusahaan Eropa.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia. Gangguan berkepanjangan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan biaya minyak dan gas, yang pada akhirnya dapat memperburuk tekanan inflasi Eropa sekaligus melemahkan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya tekanan stagflasi, yakni kombinasi antara inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lemah.(asd)
Sumber: Newsmaker.id