
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat (30/10) setelah Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga di 1,25%. Meski keputusan tersebut telah diperkirakan, BOJ memberikan sinyal yang lebih hawkish dengan meningkatkan prospek inflasi dan membuka peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
BOJ menilai kondisi ekonomi masih cukup mendukung untuk melanjutkan normalisasi kebijakan. Sejumlah analis memperkirakan suku bunga dapat dinaikkan pada Desember, Maret, dan Juli hingga mencapai 2%, sebelum bank sentral mengambil jeda untuk mengevaluasi dampak pengetatan terhadap perekonomian.
Yen terakhir menguat 0,11% ke 157,51 per dolar, meskipun masih berada di jalur mencatat pelemahan sepanjang Oktober. Penguatan yen juga didukung penurunan imbal hasil Treasury AS yang mempersempit perbedaan suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat.
Di Eropa, euro melemah 0,12% ke US$1,1168 dan berada di jalur mencatat penurunan bulanan kedua berturut-turut. Euro sebelumnya mencapai level terendah sejak Mei 2025 setelah ECB mempertahankan suku bunga dan mengindikasikan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi telah memperketat kondisi keuangan.
Sementara itu, pound sterling menguat 0,15% ke US$1,3396, sedangkan dolar Australia naik 0,09% ke US$0,70345. Kedua mata uang tersebut masih berada di jalur mencatat kenaikan sepanjang Oktober. Pasar kini mulai mengalihkan perhatian ke keputusan Bank of England dan Reserve Bank of Australia pada pekan depan.
Indeks dolar AS bergerak relatif stabil di 101,90 dan masih berada di jalur mencatat kenaikan bulanan kedua. Tekanan terhadap dolar berasal dari penurunan imbal hasil Treasury, sementara kekhawatiran terhadap besarnya belanja AI kembali mendorong aksi jual saham teknologi setelah laporan Alphabet, Amazon, dan Intel.
Di pasar aset digital, Bitcoin melemah 2,61% ke US$76.780,93 setelah peretasan senilai US$6,3 miliar di Binance meningkatkan kekhawatiran investor. Secara keseluruhan, pasar valuta asing kini menghadapi sejumlah katalis dari kebijakan bank sentral, dengan BOE dan RBA menjadi perhatian berikutnya setelah rangkaian keputusan BOJ, ECB, dan The Fed pekan ini. (arl)
Sumber: Newsmaker.id