
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/10/2026) sesi Asia, setelah data inflasi Jepang menunjukkan kenaikan yang kembali melampaui target Bank of Japan (BoJ). Pasangan USD/JPY merosot ke sekitar level 156,25, mencerminkan meningkatnya ekspektasi investor terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter Jepang. Penguatan yen juga terjadi ketika dolar AS menghadapi tekanan menjelang rilis data ekonomi terbaru dan pertemuan Federal Reserve (The Fed) pekan depan.
Berdasarkan laporan Biro Statistik Jepang, inflasi tahunan meningkat menjadi 2,1% pada September, dari sebelumnya 1,9%. Inflasi inti, yang mengecualikan harga makanan segar tetapi masih memperhitungkan energi, turut naik menjadi 2,1% dari 1,8% pada Agustus, sesuai perkiraan pasar. Kenaikan tersebut membawa inflasi Jepang kembali melampaui target BoJ sebesar 2% untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir.
Tekanan harga yang lebih luas juga terlihat dari inflasi yang tidak memperhitungkan komponen makanan segar dan energi. Indikator tersebut meningkat menjadi 2,4% secara tahunan, dibandingkan 2,0% pada bulan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak hanya dipengaruhi oleh energi dan pangan, tetapi juga mulai mencerminkan tekanan permintaan dalam perekonomian domestik. Perkembangan tersebut memperkuat alasan bagi BoJ untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Sementara itu, dari Amerika Serikat, pernyataan sejumlah pejabat The Fed menunjukkan belum adanya urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober. Ketua The Fed Kevin Warsh sebelumnya menyampaikan pandangan positif terhadap ketahanan ekonomi AS, tetapi belum memberikan kepastian mengenai waktu pengetatan kebijakan berikutnya. Sikap tersebut membuat investor kembali mempertimbangkan perbedaan arah kebijakan moneter antara Jepang dan AS, yang menjadi salah satu faktor penting dalam pergerakan USD/JPY.
Ke depan, penguatan yen berpotensi berlanjut apabila inflasi Jepang tetap berada di atas target dan BoJ memberikan sinyal kenaikan suku bunga. Di sisi lain, pasar akan mencermati data Purchasing Managers' Index (PMI) pendahuluan AS pada Jumat serta keputusan FOMC pekan depan. Jika ekspektasi pengetatan BoJ semakin kuat sementara dolar AS melemah, USD/JPY berpeluang melanjutkan penurunan. Namun, apabila The Fed kembali memberikan sinyal hawkish, dolar AS dapat memperoleh dukungan dan membatasi penguatan yen Jepang.