
Trending
usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang kembali melemah mendekati level 158 per dolar AS pada perdagangan Rabu, menghapus sebagian besar penguatan yang dicatat pada pekan sebelumnya. Tekanan muncul seiring meningkatnya optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan yang mendorong sentimen risk-on dan mengurangi permintaan terhadap yen sebagai aset safe haven.
Sentimen positif terhadap sektor teknologi semakin kuat setelah produsen cip Korea Selatan SK Hynix melaporkan kinerja kuartal III yang solid serta meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham. Kinerja tersebut didorong oleh tingginya permintaan terkait AI, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Di sisi domestik, perhatian pasar tertuju pada keputusan kebijakan Bank of Japan pekan ini. BOJ diperkirakan mempertahankan suku bunga, tetapi investor akan mencermati apakah bank sentral memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada Desember di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.
Data terbaru menunjukkan indikator inflasi sektor jasa Jepang meningkat 3,7% secara tahunan pada September, tertinggi sejak Juni 2024. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh biaya tenaga kerja, transportasi, dan bahan bakar yang tetap tinggi, sehingga memberikan alasan bagi BOJ untuk mempertimbangkan normalisasi kebijakan lebih lanjut.
Arah yen selanjutnya akan sangat bergantung pada komunikasi BOJ serta keputusan bank sentral utama lainnya. Sinyal kenaikan suku bunga Jepang yang lebih kuat berpotensi membantu yen pulih, sementara sikap BOJ yang tetap hati-hati dan dolar AS yang kuat dapat membuat USD/JPY bertahan di level tinggi.