
Trending
.jpg)
Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham AS ditutup melemah tajam pada Jumat (30/10), dengan Dow Jones turun 1,09%, S&P 500 merosot 1,82%, dan Nasdaq Composite anjlok 2,86%. Pelemahan dipimpin sektor teknologi, industri, dan basic materials yang mengalami tekanan jual cukup kuat.
Sektor teknologi menjadi pemberat utama Wall Street. Nvidia turun 4,22%, sementara Intel anjlok 28,58%, Qualcomm melemah 11,13%, dan AMD terkoreksi 10,88%. Penurunan tersebut menunjukkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham teknologi dan semikonduktor.
Intel menjadi salah satu saham dengan tekanan terbesar setelah anjlok hampir 29%. Qualcomm dan AMD juga mengalami penurunan dua digit. Kondisi tersebut turut menekan sentimen terhadap sektor chip secara keseluruhan dan memperbesar tekanan pada Nasdaq.
Di sisi lain, sejumlah saham mampu mencatat penguatan. Verizon naik 2,47%, Merck menguat 2,18%, dan Walmart bertambah 1,86%. Regeneron Pharmaceuticals juga melonjak 13,33%, sementara Global Payments naik 12,97% dan keduanya mencapai level tertinggi dalam 52 minggu.
Luasnya aksi jual terlihat dari jumlah saham yang melemah. Di NYSE, 1.865 saham turun dibandingkan 974 saham yang menguat, sedangkan di Nasdaq sebanyak 2.611 saham melemah dan hanya 838 saham menguat. Indeks VIX turut naik 13,02% menjadi 19,44, mencerminkan meningkatnya volatilitas pasar.
Di pasar komoditas, emas berjangka Desember berada di US$3.888,37 per troy ounce. Sementara itu, minyak mentah Desember berada di US$103,04 per barel, sedangkan kontrak Brent Januari diperdagangkan di US$112,36 per barel.
Analisis Newsmaker: Pelemahan Wall Street menunjukkan investor semakin berhati-hati terhadap aset berisiko, terutama saham teknologi dan semikonduktor. Lonjakan VIX memperkuat sinyal meningkatnya ketidakpastian pasar. Pergerakan saham teknologi, volatilitas, serta sentimen terhadap investasi AI akan menjadi perhatian utama investor pada awal perdagangan pekan depan. (arl)
Sumber: Newsmaker.id