
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/JPY mempertahankan momentum penguatan pada perdagangan Jumat (9/10) dan bergerak di sekitar 158,30, dengan Yen Jepang kembali menjadi salah satu mata uang yang berkinerja lemah. USD/JPY berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut, didukung oleh melemahnya imbal hasil obligasi pemerintah Jepang serta kekuatan dolar AS. Kondisi tersebut membuat pasangan mata uang ini semakin mendekati level psikologis 160.
Penurunan yield obligasi Jepang menjadi salah satu faktor utama yang menekan Yen. Imbal hasil JGB 10 tahun turun menuju 3,00% setelah sebelumnya menyentuh 3,153%, level tertinggi dalam 30 tahun. Sementara itu, yield Treasury AS 10 tahun bertahan di sekitar 5,248%. Dengan demikian, selisih imbal hasil antara obligasi AS dan Jepang masih berada di sekitar 225 basis poin, sehingga aset berbasis dolar tetap menawarkan daya tarik yang lebih besar dibandingkan aset dalam Yen.
Dari sisi AS, dolar tetap mendapat dukungan dari kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu oleh harga minyak dan ekspektasi bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 102,30 setelah sempat turun ke 101,92. Sementara itu, data University of Michigan menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun meningkat menjadi 4,7% dari 4,6%, sedangkan ekspektasi lima tahun naik menjadi 3,5% dari 3,4%. Pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, tetapi peluang kenaikan pada Desember masih berada di sekitar 85%.
Di Jepang, Bank of Japan masih berada dalam jalur pengetatan moneter secara bertahap. Namun, kenaikan suku bunga Jepang belum cukup memberikan dukungan terhadap Yen karena bank sentral utama lainnya juga mempertahankan kebijakan yang relatif ketat. Kekhawatiran terhadap beban utang Jepang dan meningkatnya biaya pembiayaan pemerintah turut membatasi daya tarik Yen. Di sisi lain, harga minyak yang tinggi meningkatkan biaya impor Jepang dan berpotensi menambah tekanan inflasi, sehingga menjadi faktor tambahan yang membebani mata uang tersebut.
Newsmaker melihat, pergerakan USD/JPY saat ini masih cenderung bullish selama selisih yield AS-Jepang tetap lebar dan dolar mempertahankan kekuatannya. Namun, ruang penguatan mulai menghadapi risiko intervensi karena pasangan ini sudah mendekati level 160 yang sensitif bagi otoritas Jepang. Jika USD/JPY berhasil menembus dan bertahan di atas 159,00, perhatian pasar akan semakin tertuju pada area 160,00. Sebaliknya, sinyal intervensi atau penurunan tajam yield AS dapat memicu koreksi Yen secara cepat.
Sumber : Newsmaker.id