
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Franc Swiss melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (7/9), dengan pasangan USD/CHF bergerak naik untuk hari kedua berturut-turut di sekitar 0,8110 selama sesi Asia. Penguatan pasangan tersebut terjadi ketika dolar AS kembali mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan September setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat dari perkiraan.
Non-Farm Payrolls AS pada Agustus meningkat sebanyak 162.000 pekerjaan, jauh melampaui perkiraan sekitar 56.000, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Pertumbuhan upah tahunan juga hanya melambat secara moderat menjadi 3,1%. Data tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat, dengan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September berada di kisaran 58%.
Dolar juga memperoleh dukungan dari lonjakan harga minyak setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat pada akhir pekan. Kenaikan harga energi menimbulkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat kembali menguat, sehingga semakin memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan sikap hawkish. Namun secara lebih luas, penguatan dolar masih terbatas karena pasar juga mempertimbangkan kemungkinan pengetatan kebijakan dari bank sentral utama lainnya serta ketidakpastian kebijakan di Amerika Serikat.
Di sisi lain, fundamental Swiss sebenarnya mulai memberikan dukungan bagi franc. Inflasi tahunan Swiss meningkat menjadi 0,8% pada Agustus dari 0,4% pada Juli, lebih tinggi dari perkiraan 0,5% dan menjadi level tertinggi sejak September 2024. Inflasi inti juga naik menjadi 0,4%. Data ekonomi yang lebih kuat tersebut meningkatkan spekulasi bahwa Swiss National Bank dapat menaikkan suku bunga lebih cepat apabila tekanan harga terus meningkat.
Meski demikian, pasar belum melihat kenaikan suku bunga SNB dalam waktu dekat sebagai skenario utama. Survei Swiss Bankers Association menunjukkan responden masih memperkirakan SNB mempertahankan suku bunga kebijakan di 0% hingga akhir tahun, sementara pasar baru memperkirakan kenaikan pertama sekitar Juni 2027. Perbedaan ekspektasi tersebut membuat arah USD/CHF dalam jangka pendek masih sangat bergantung pada perubahan prospek suku bunga AS.
Dampak Pasar :
Dalam jangka pendek, franc Swiss masih berpotensi menghadapi tekanan apabila data inflasi AS pekan ini memperkuat peluang kenaikan suku bunga The Fed. CPI AS akan menjadi katalis utama berikutnya karena angka yang lebih panas dapat mendorong yield Treasury dan dolar lebih tinggi sehingga membawa USD/CHF melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, inflasi AS yang lebih lunak dapat mengurangi ekspektasi kenaikan bunga dan memberikan ruang bagi franc Swiss untuk kembali menguat, terlebih jika pasar semakin memperhitungkan kemungkinan SNB ikut mengetatkan kebijakan moneternya.(CP)