
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Franc Swiss melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (11/9), seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Pasangan USD/CHF naik untuk hari ketiga berturut-turut dan bergerak di sekitar level 0,8140 pada sesi Asia.
Penguatan dolar terjadi setelah data inflasi produsen AS kembali menunjukkan tekanan harga yang cukup tinggi. Producer Price Index AS naik 5,4% secara tahunan pada Agustus, lebih tinggi dari perkiraan 5,3% dan meningkat dari 4,8% pada bulan sebelumnya. Secara bulanan, PPI naik 0,4%, sementara Core PPI meningkat 0,2%.
Data tersebut membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed masih memiliki alasan untuk kembali menaikkan suku bunga. Probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan kini berada di atas 70%, naik cukup tajam dibanding sebelum data PPI dirilis. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat dolar semakin menarik bagi investor.
Franc Swiss juga mendapat tekanan dari perbedaan suku bunga antara Amerika Serikat dan Swiss. Swiss National Bank diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakannya di sekitar 0% hingga akhir tahun, sementara The Fed justru berpeluang kembali melakukan pengetatan. Perbedaan tersebut membuat aset berbasis dolar menawarkan imbal hasil yang lebih menarik dibanding aset berdenominasi franc.
Meski demikian, pelemahan franc diperkirakan masih terbatas. Franc Swiss tetap dikenal sebagai mata uang safe haven yang biasanya diminati ketika ketidakpastian pasar meningkat. Kondisi geopolitik Timur Tengah yang masih panas dan volatilitas pasar obligasi global berpotensi menjaga permintaan terhadap franc sebagai aset perlindungan.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis CPI AS. Jika inflasi konsumen lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dapat semakin kuat dan mendorong USD/CHF melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, CPI yang lebih rendah berpotensi menekan dolar dan memberikan ruang bagi franc Swiss untuk kembali menguat.(CP)