
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar Amerika Serikat atau DXY bergerak stabil di atas level 99,00pada perdagangan Asia, Jumat. DXY berunding di sekitar 99,20setelah sempat mencatat pelemahan tipis pada sesi sebelumnya.
Greenback mendapat dukungan karena investor cenderung berhati-hati menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium tahunan Jackson Hole. Pasar menunggu kejelasan mengenai arah suku bunga AS dalam beberapa bulan ke depan.
Dolar AS juga masih ditopang oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan pada pekan ini. Angka inflasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 74%. Namun, pada pertemuan bulan September, pasar masih memperkirakan peluang sekitar 65% bahwa The Fed akan menahan suku bunga.
Di sisi lain, penguatan dolar AS masih dibayangi oleh kekhawatiran terhadap risiko utang Amerika Serikat dan potensi pelemahan jangka panjang greenback. Sentimen ini muncul setelah Departemen Keuangan AS memperluas program pembelian kembali utang, yang kembali memicu perhatian terhadap kondisi fiskal AS.
Analisis Newsmaker: DXY yang bertahan di sekitar 99,20 menunjukkan pasar masih menahan posisi sambil menunggu sinyal utama dari Jackson Hole. Jika Warsh memberi nada hawkish dan menegaskan peluang kenaikan suku bunga akhir tahun, dolar AS berpeluang menguat ke area 99,50. Namun, jika pidatonya lebih hati-hati atau menyoroti risiko fiskal dan tekanan hasil, DXY bisa kembali melemah ke bawah 99,00. (asd)
Sumber: Newsmaker.id