
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (27/8), membawa AUD/USD mendekati area 0,7200 dan level tertinggi sekitar tiga bulan. Penguatan Aussie terutama ditopang meningkatnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia masih perlu menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.
Ekspektasi tersebut semakin kuat setelah data menunjukkan belanja rumah tangga Australia meningkat 1,1% pada Juli, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, pengeluaran rumah tangga melonjak 7%, menjadi pertumbuhan terkuat sejak Juni 2023. Kuatnya konsumsi menimbulkan kekhawatiran bahwa permintaan domestik masih terlalu panas untuk memungkinkan RBA melonggarkan kebijakan moneternya.
Pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga RBA tambahan setelah bank sentral Australia telah melakukan tiga kali kenaikan tahun ini dan membawa cash rate ke 4,35%. Hampir separuh peluang kenaikan berikutnya mulai diperhitungkan untuk September, sementara ekspektasi kenaikan sebelum akhir tahun semakin kuat. Kondisi ini memberikan keuntungan yield bagi dolar Australia dan membuat mata uang tersebut menarik dalam strategi carry trade.
Meski demikian, ruang penguatan AUD/USD masih menghadapi ujian dari Amerika Serikat. Pasar menunggu pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole untuk memperoleh petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed. Jika Warsh mempertahankan nada hawkish akibat inflasi PCE AS yang masih tinggi, dolar AS dapat kembali menguat dan membatasi kenaikan Aussie. Sebaliknya, sinyal bahwa The Fed lebih memilih menahan suku bunga dapat membuka ruang AUD/USD mempertahankan momentum bullishnya.(CP)