
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS bergerak nyaris datar pada perdagangan Kamis (27/8) setelah serangkaian data ekonomi gagal memberikan dorongan besar terhadap greenback. Dollar Index (DXY) naik tipis 0,02% ke 99,14, sementara EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1650. Fokus pasar kini beralih penuh ke pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat.
Pidato Warsh dinilai penting karena pasar ingin mengetahui bagaimana The Fed melihat kenaikan yield Treasury yang secara tidak langsung telah memperketat kondisi keuangan. Investor juga menunggu apakah Warsh akan memberikan sinyal mengenai arah suku bunga setelah inflasi Juli kembali menunjukkan tekanan lebih kuat.
Dolar sempat pulih dari tekanan tajam pekan lalu setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan peningkatan buyback obligasi Treasury tenor panjang. Namun, langkah tersebut justru menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi fiskal AS dan potensi debasement dolar, karena pasar melihat pemerintah semakin aktif mencoba meredam biaya pinjaman jangka panjang.
Data tenaga kerja AS sebenarnya masih menunjukkan ketahanan. Initial Jobless Claims turun menjadi 203 ribu, lebih baik dari perkiraan 208 ribu dan menjadi penurunan minggu kedua berturut-turut. Sebaliknya, defisit perdagangan barang AS melebar tajam menjadi US$118,8 miliar pada Juli dari US$101,4 miliar, terbesar sejak Maret 2025, sehingga membatasi dukungan terhadap dolar.
Ekspektasi kenaikan suku bunga September juga kembali menurun. Setelah data inflasi Rabu sempat mendorong peluang rate hike di atas 40%, pasar kini hanya memperhitungkan sekitar 34,1% kemungkinan kenaikan minimal 25 basis poin. USD/JPY bertahan di sekitar 159,34, sementara GBP/USD melemah ke 1,3587 setelah investor memangkas taruhan kenaikan suku bunga Bank of England.
Analisis Newsmaker: dolar saat ini berada dalam fase wait and see menjelang pidato Warsh. Data tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang masih tinggi memberikan dukungan fundamental bagi greenback, tetapi isu fiskal AS dan intervensi Treasury menahan penguatannya. Jika Warsh terdengar hawkish, DXY berpeluang menjauh di atas 99. Sebaliknya, jika ia minim arahan atau lebih lunak terhadap inflasi, dolar berisiko kembali mendekati area terendah tiga bulan.(arl)
Sumber: Newsmaker.id