
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Euro menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Asia, Jumat (28/8). EUR/USD bergerak di sekitar 1,1650, melanjutkan kenaikan kecil dari sesi sebelumnya.
Penguatan euro ditopang oleh prospek kebijakan European Central Bank yang masih hawkish. Pasar kini semakin yakin ECB akan kembali menaikkan suku bunga deposito ke 2,50% pada pertemuan September.
Ekspektasi tersebut diperkuat oleh pernyataan anggota Dewan Eksekutif ECB, Isabel Schnabel. Ia menilai biaya pinjaman masih perlu naik karena konflik Timur Tengah dan ketahanan ekonomi Zona Euro dapat menjaga risiko inflasi tetap tinggi.
Berdasarkan ECB Watch Tool, peluang kenaikan suku bunga deposito ECB pada September kini mendekati 96%. Sentimen ini memberi dukungan bagi euro, terutama saat pasar melihat perbedaan arah kebijakan antara ECB dan The Fed masih menjadi faktor penting.
Namun, kenaikan EUR/USD masih terbatas karena dolar AS tetap mendapat dukungan dari data inflasi yang kuat. Pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember berada di atas 70%, meskipun peluang The Fed menahan suku bunga pada September sekitar 65%.
Analisis Newsmaker: EUR/USD masih memiliki dukungan dari ekspektasi hawkish ECB, tetapi belum cukup kuat untuk menembus resistance besar selama dolar AS tetap solid. Area 1,1650 menjadi level penting untuk menjaga momentum euro. Jika pidato Kevin Warsh di Jackson Hole bernada hawkish, EUR/USD berisiko kembali tertekan ke area 1,1600. Namun, jika Warsh memberi sinyal lebih hati-hati, euro berpeluang menguji kembali area 1,1700. (asd)
Sumber: Newsmaker.id