
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS menguat pada perdagangan Selasa (15/9) menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Dollar Index naik ke sekitar 99,60 setelah yield Treasury AS tenor 10 tahun menyentuh 5,04%, level tertinggi sejak 2007.
Kenaikan yield dipicu oleh lonjakan harga minyak hampir 4% yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Tingginya biaya energi membuat pasar semakin yakin The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Rabu.
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai sekitar 92%. Karena keputusan tersebut sebagian besar sudah masuk ke harga, perhatian investor akan lebih tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru, dot plot, serta komentar Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai kemungkinan pengetatan lanjutan.
Di pasar valuta asing, EUR/USD melemah ke sekitar 1,1540, sementara GBP/USD bertahan tertekan di dekat 1,3480. USD/JPY bergerak di sekitar 155,00 karena mendapat dukungan dari yield AS yang tinggi, meskipun kenaikan pasangan tersebut dibatasi ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan pada Jumat. AUD/USD juga melemah ke area 0,7130.
Di pasar komoditas, emas bergerak di atas US$4.300 per troy ounce karena kekhawatiran inflasi dan risiko geopolitik Timur Tengah masih menopang permintaan. Sementara itu, WTI melanjutkan reli di atas US$105 per barel akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Analisa Newsmaker: dolar masih memiliki dukungan kuat dari kenaikan yield dan ekspektasi Fed hike. Namun, karena kenaikan 25 basis poin sudah banyak dipricing, arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh komentar Warsh. Jika The Fed memberikan sinyal kenaikan lanjutan, DXY berpotensi kembali menguji area 100,00. Sebaliknya, nada yang lebih dovish dapat memicu koreksi pada dolar.
Sumber: Newsmaker.id