
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Selasa (8/9), didorong oleh meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah akan terus mengganggu pasokan energi. Brent tercatat naik ke sekitar US$97,34 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak di sekitar US$92,63 per barel. Kenaikan ini membawa harga minyak mendekati level tertinggi dalam enam pekan.
Sentimen bullish terutama datang dari ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Teheran kembali memperingatkan bahwa infrastruktur energi di kawasan Teluk dapat menjadi sasaran jika serangan AS berlanjut. Di saat yang sama, Iran juga mengancam akan membentuk maritime exclusion zone baru di kawasan Teluk, sehingga risiko terhadap lalu lintas kapal dan distribusi minyak melalui Selat Hormuz semakin meningkat.
Gangguan pengiriman memang sudah terlihat. Data Kpler menunjukkan hanya tujuh kapal komoditas yang melewati Hormuz pada Senin, turun dari delapan kapal sehari sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pasar mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan pasokan yang lebih panjang, bahkan Goldman Sachs telah menaikkan proyeksi harga Brent dan WTI untuk akhir 2026 dan 2027.
Meski demikian, Brent masih belum menembus US$100 karena sebagian pasokan masih tetap mengalir. Reuters mencatat ekspor minyak dari Timur Tengah memang turun tajam, tetapi sekitar 4–5 juta barel per hari masih melewati Hormuz. Selain itu, peningkatan produksi dari AS, Kanada, dan Guyana serta penggunaan jalur alternatif oleh beberapa negara Teluk turut membantu menahan lonjakan harga.
Dari sisi fundamental, minyak masih memiliki bias bullish selama ketegangan AS–Iran belum mereda dan lalu lintas Hormuz tetap terbatas. Level US$100 per barel menjadi batas psikologis penting berikutnya. Jika muncul gangguan baru terhadap tanker, fasilitas energi, atau jalur pengiriman, peluang Brent menembus US$100 akan semakin besar. Sebaliknya, jika diplomasi membaik atau arus kapal kembali normal, harga bisa mengalami koreksi cepat karena premi risiko geopolitik saat ini sudah cukup tinggi.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id