
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling melemah sekitar 0,39% terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (26/8), setelah laporan inflasi Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga masih berada di level tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat kembali menaikkan suku bunga menjelang akhir tahun. GBP/USD diperdagangkan di bawah level 1,3600 setelah sebelumnya sempat menyentuh area 1,3651.
Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) inti AS pada Juli tercatat sebesar 3,3% secara tahunan, tidak berubah dari Juni dan sesuai dengan perkiraan pasar. Sementara itu, inflasi PCE utama bertahan di level 3,7%, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebesar 3,6%. Data lain menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada laju tahunan 1,5% pada kuartal II-2026, sedangkan pesanan barang tahan lama meningkat 1,1% secara bulanan, melampaui kenaikan 0,5% pada Juni dan perkiraan pasar.
Setelah data tersebut dirilis, indeks dolar AS naik 0,27% ke level 99,17. Yield Treasury AS tenor 10 tahun juga bertambah sekitar empat basis poin menjadi 4,664% karena investor meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih hawkish. Pasar uang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 39%, sementara probabilitas kenaikan 25 basis poin pada Desember mencapai 74%.
Dari Inggris, tidak terdapat agenda ekonomi utama pada Rabu sehingga pergerakan GBP/USD lebih banyak dipengaruhi perkembangan global, sentimen pasar, serta data ekonomi AS. Perhatian investor selanjutnya tertuju pada data klaim pengangguran awal AS pada Kamis, disusul indeks sentimen konsumen University of Michigan dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada Jumat.
Dampak terhadap pasar: Tingginya inflasi AS, kenaikan yield Treasury, dan meningkatnya peluang pengetatan moneter menjadi kombinasi positif bagi dolar AS, tetapi menekan pound sterling. Jika data tenaga kerja AS tetap kuat dan Warsh menyampaikan nada hawkish, GBP/USD berisiko melanjutkan pelemahan. Sebaliknya, pernyataan yang lebih berhati-hati mengenai kenaikan suku bunga dapat membuka ruang pemulihan bagi sterling.
Analisis Newsmaker: GBP/USD masih menghadapi tekanan selama dolar AS ditopang oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Area 1,3600 menjadi level penting bagi pergerakan jangka pendek, sementara pidato Warsh berpotensi menjadi katalis utama berikutnya. Sikap tegas terhadap inflasi dapat memperpanjang koreksi sterling, sedangkan perhatian terhadap perlambatan ekonomi atau pelemahan pasar tenaga kerja berpeluang meredakan tekanan terhadap pound. (arl)
Sumber: Newsmaker.id