
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas XAU/USD berada di sekitar US$4.011 per troy ounce pada awal pekan (26/10), kembali bergerak di atas level psikologis US$4.000 setelah sebelumnya menyentuh level terendah tiga bulan. Penguatan ini didukung pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan melakukan serangan langsung terhadap Iran dalam waktu dekat. Namun, ruang kenaikan emas masih terbatas karena kebijakan The Fed.
Data ekonomi AS menunjukkan aktivitas manufaktur tetap kuat. PMI manufaktur Oktober naik ke 56,0, level tertinggi dalam 53 bulan dan melampaui ekspektasi 55,6. Sementara itu, PMI jasa berada di 57,9 dan PMI Komposit turun menjadi 57,6. Indeks harga output naik ke level tertinggi sejak Agustus 2022, mengindikasikan tekanan inflasi masih berpotensi bertahan dan dapat memperkuat ekspektasi pengetatan The Fed.
Dari sisi energi, harga minyak kembali naik ke level tertinggi sejak 16 September akibat kekhawatiran pasokan setelah serangan di Arab Saudi dan meningkatnya ketegangan dengan Iran. Kelompok Houthi yang didukung Iran juga menyatakan akan terus menyerang Bandara Raja Khalid di Riyadh. Kondisi tersebut menjaga premi risiko geopolitik dan berpotensi membatasi penurunan dolar sebagai aset safe haven.
Fokus utama pasar kini muncul pada keputusan FOMC pada hari Rabu. Tanpa dampak ekonomi terbaru, investor akan mencermati pernyataan kebijakan dan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga berikutnya. Pasar juga akan menghadapi sejumlah keputusan bank sentral lain dari RBNZ, ECB, dan BoJ yang berpotensi meningkatkan volatilitas emas.
Selain itu, PDB AS kuartal III dan Indeks Harga PCE pada Kamis akan menjadi data penting bagi arah emas. PCE khususnya menjadi perhatian karena berkaitan erat dengan target inflasi The Fed. Dengan kombinasi tekanan inflasi, harga energi, kebijakan moneter, dan risiko geopolitik, rebound emas saat ini belum cukup untuk mengonfirmasi bahwa tren penurunan telah berakhir. (srh)
Sumber: Newsmaker.id