
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pasar tenaga kerja Australia menunjukkan tanda perlambatan setelah tingkat pengangguran naik ke level tertinggi dalam hampir lima tahun. Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran Australia meningkat menjadi 4,6% pada Agustus, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar dan bulan sebelumnya yang berada di 4,5%.
Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi sejak November 2021 setelah jumlah pengangguran bertambah sebanyak 28.200 orang menjadi 722.900 orang dari sebelumnya 694.700 orang. Meski demikian, jumlah tenaga kerja masih mengalami peningkatan sebesar 39.500 orang menjadi sekitar 14,84 juta, lebih tinggi dari perkiraan pasar yang hanya mengharapkan kenaikan 20.000 pekerjaan.
Data tersebut memberikan gambaran bahwa pasar tenaga kerja Australia mulai kehilangan momentum meskipun aktivitas perekrutan masih bertumbuh. Kondisi ini menjadi perhatian karena kekuatan pasar kerja merupakan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan Reserve Bank of Australia (RBA) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Pelemahan sektor tenaga kerja dapat mengurangi tekanan bagi RBA untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat, terutama jika perlambatan ekonomi terus berlanjut. Investor kini akan mencermati apakah kenaikan tingkat pengangguran ini menjadi tren atau hanya pergerakan sementara.
Newsmaker melihat, data tenaga kerja Australia berpotensi memberikan tekanan terhadap dolar Australia (AUD) karena pasar mulai menilai ruang kenaikan suku bunga RBA semakin terbatas. Jika data ekonomi Australia terus melemah, AUD/USD dapat menghadapi tekanan lebih lanjut. Namun, pergerakan AUD juga tetap dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS yang masih mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish.