
Trending
Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghasilkan kesepakatan untuk menjaga stabilitas hubungan ekonomi kedua negara setelah Washington dan Beijing sepakat memperpanjang gencatan dagang. Kesepakatan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar global yang sebelumnya dibayangi risiko eskalasi tarif dan konflik perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perdagangan, investasi, teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga mineral kritis yang menjadi komponen penting bagi industri modern. Meskipun kedua pihak sepakat melanjutkan komunikasi, sejumlah isu besar seperti tarif, pembatasan teknologi, dan persaingan industri masih belum sepenuhnya terselesaikan.
Perpanjangan gencatan dagang memberikan ruang bagi kedua negara untuk menghindari peningkatan ketegangan dalam waktu dekat. Investor melihat langkah tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi global, terutama setelah sebelumnya kebijakan tarif dan pembatasan teknologi sempat meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan perdagangan internasional.
Namun, pasar tetap berhati-hati karena hubungan AS–China masih menghadapi tantangan jangka panjang. Persaingan di sektor semikonduktor, AI, serta akses terhadap rare earth atau mineral strategis masih menjadi titik sensitif yang dapat kembali memicu ketegangan apabila tidak menemukan solusi.
Newsmaker melihat, hasil pertemuan Trump–Xi memberikan sentimen positif bagi aset berisiko, tetapi dampaknya tetap bergantung pada tindak lanjut kedua negara. Bagi pasar, hubungan dagang yang lebih stabil dapat mendukung saham global terutama sektor teknologi dan manufaktur, sementara harga minyak dapat terbantu dari prospek permintaan ekonomi yang lebih baik. Di sisi lain, berkurangnya risiko geopolitik dapat menekan permintaan safe haven seperti emas dan dolar AS, meskipun USD masih mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish.