
Trending
.jpg)
Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sepakat memperkuat koordinasi terkait isu China dalam pertemuan di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 30 menit menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington yang menjadi agenda penting bagi hubungan ekonomi global.
Dalam pertemuan tersebut, Trump dan Takaichi membahas hubungan ekonomi serta keamanan dengan China, termasuk kerja sama dalam menghadapi persaingan teknologi. Pemerintah Jepang menyebut kedua pemimpin sepakat memperkuat kolaborasi di sektor strategis seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan mineral kritis yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri global.
Jepang juga berupaya mendapatkan dukungan Amerika Serikat setelah hubungan Tokyo–Beijing mengalami ketegangan terkait isu Taiwan dan pembatasan ekspor mineral langka oleh China. Pemerintah Jepang menilai kerja sama dengan Washington menjadi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan kawasan Asia Timur.
Selain isu China, Trump dan Takaichi turut membahas penguatan aliansi pertahanan kedua negara, termasuk rencana peningkatan belanja pertahanan Jepang. Kedua pihak juga menegaskan komitmen terhadap upaya denuklirisasi Korea Utara serta membahas investasi Jepang senilai US$550 miliar di Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan kedua negara.
Newsmaker melihat, perkembangan hubungan AS–Jepang menjelang pertemuan Trump–Xi dapat menjadi katalis penting bagi pasar global. Jika ketegangan AS–China meningkat, investor berpotensi mencari aset safe haven seperti dolar AS dan emas. Sementara itu, pasangan USD/JPY akan menjadi perhatian karena isu kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan intervensi yen masih berlangsung. Jika tekanan terhadap yen berlanjut, USD/JPY berpotensi kembali menguat, tetapi jika Jepang memperketat kebijakan moneternya, yen dapat memperoleh dukungan. Untuk emas (XAU/USD), meningkatnya risiko geopolitik dapat menopang permintaan safe haven, meskipun penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed tetap menjadi faktor penekan.