
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat kembali menunjukkan pertumbuhan setelah data ADP Weekly Employment Change mencatat kenaikan rata-rata 20.000 pekerjaan per minggu dalam periode empat minggu hingga 5 September. Data awal yang dirilis ADP Research bersama Stanford Digital Economy Lab tersebut memberikan gambaran bahwa sektor swasta AS masih mampu menciptakan lapangan kerja di tengah tekanan suku bunga tinggi.
Kenaikan payroll swasta ini menjadi perhatian investor karena pasar tengah menilai seberapa kuat ekonomi Amerika menghadapi kebijakan moneter ketat Federal Reserve (The Fed). Data tenaga kerja yang tetap positif dapat memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih memiliki daya tahan, sekaligus memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan sikap hawkish dalam menjaga inflasi.
Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal kemungkinan adanya kenaikan tambahan. Beberapa pejabat The Fed juga menegaskan bahwa tekanan inflasi akibat permintaan yang masih kuat dan kenaikan harga energi perlu terus diperhatikan.
Dari sisi pasar, data ADP yang lebih baik memberikan dukungan terhadap dolar AS karena investor melihat ekonomi Amerika masih relatif stabil dibandingkan sejumlah negara lain. Namun, pelaku pasar tetap akan menunggu data tenaga kerja resmi berikutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pasar kerja AS.
Newsmaker melihat, data ADP kali ini memperkuat narasi bahwa ekonomi AS belum menunjukkan perlambatan tajam meskipun suku bunga berada di level tinggi. Jika tren tenaga kerja tetap solid, ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih ketat dapat bertahan dan berpotensi menopang dolar AS. Namun, apabila data berikutnya menunjukkan pelemahan, pasar dapat kembali memperkirakan ruang bagi perubahan arah kebijakan moneter.
Sumber: Newsmaker.id