
Trending
.jpeg)
Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya tidak memiliki rencana untuk mengerahkan pasukan darat ke Iran dan tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam konflik dengan negara tersebut. Pernyataan yang disampaikan pada Jumat (16/10/2026) itu menjadi perhatian pasar keuangan global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sikap Trump memberikan indikasi bahwa Washington tidak berencana memperluas operasi militernya menjadi perang darat, meskipun konflik yang berlangsung masih menyisakan ketidakpastian terhadap stabilitas keamanan kawasan dan pasokan energi dunia.
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan dengan Rusia dan China mengenai upaya perlucutan senjata nuklir. Langkah tersebut menunjukkan perhatian Washington terhadap persoalan keamanan strategis global di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai perlombaan persenjataan. Namun, pernyataan Trump belum disertai pengumuman kesepakatan konkret mengenai pembatasan persenjataan nuklir maupun penyelesaian konflik Iran. Pelaku pasar juga masih menantikan perkembangan diplomatik serta respons dari pihak-pihak terkait untuk menilai apakah pendekatan tersebut dapat mengurangi risiko eskalasi militer lebih lanjut.
Dari sisi pasar energi, pernyataan Trump berpotensi meredakan sebagian kekhawatiran terhadap kemungkinan perluasan konflik yang dapat mengganggu jalur distribusi minyak dunia, terutama Selat Hormuz. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting yang menghubungkan produsen minyak Teluk Persia dengan pasar internasional. Meski demikian, risiko gangguan pelayaran dan pasokan minyak belum sepenuhnya hilang, sehingga harga minyak mentah masih rentan terhadap perkembangan geopolitik. Jika ketegangan mereda, premi risiko geopolitik pada harga minyak berpotensi menurun. Sebaliknya, serangan lanjutan terhadap infrastruktur energi maupun jalur perdagangan dapat kembali memicu kenaikan harga.
Sementara itu, pasar emas dan dolar AS juga diperkirakan mencermati arah kebijakan Washington terhadap Iran. Berkurangnya ancaman perang berskala lebih luas dapat membatasi permintaan emas sebagai aset safe haven, sedangkan meningkatnya ketegangan berpotensi kembali mendukung harga logam mulia tersebut. Investor juga akan memperhatikan perkembangan harga energi karena dampaknya terhadap inflasi global dan prospek suku bunga Federal Reserve. Ke depan, arah pergerakan pasar kemungkinan tetap ditentukan oleh perkembangan keamanan Timur Tengah, kesinambungan pasokan minyak, serta sejauh mana pernyataan Trump diikuti langkah diplomatik yang lebih konkret.