
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan pandangan optimistis terhadap kekuatan ekonomi AS dan ketahanan ekonomi global di tengah tekanan energi serta kebijakan moneter yang masih ketat untuk menekan inflasi. Berbicara dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada Jumat (16/10), Warsh mengatakan ekonomi AS mendapat dorongan dari lonjakan investasi yang dipimpin oleh kecerdasan buatan (AI) dan mulai meluas ke sektor lainnya. Namun, peningkatan permintaan tersebut juga memberikan tekanan terhadap inflasi.
Warsh menilai kenaikan harga menjadi tantangan yang dihadapi bank sentral di berbagai negara. Menurutnya, banyak negara telah melakukan pengetatan kebijakan moneter secara bersamaan untuk menjaga stabilitas harga. Untuk AS, Warsh menegaskan bahwa The Fed telah menunjukkan komitmennya terhadap stabilitas harga melalui kenaikan suku bunga pada September, yang mengakhiri periode kebijakan moneter akomodatif.
Meski demikian, Warsh kembali menolak memberikan gambaran mengenai arah suku bunga berikutnya. Ia menegaskan tidak ingin mendahului keputusan dalam setiap pertemuan dan tidak akan mengungkapkan langkah yang mungkin diambil pada sisa tahun ini. Sikap tersebut berbeda dengan sejumlah pejabat The Fed lainnya yang dalam beberapa pekan terakhir menyatakan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan, tetapi masih ingin melihat lebih banyak data untuk memastikan arah inflasi.
Pernyataan para pejabat tersebut telah memengaruhi ekspektasi pasar. Investor kini cenderung memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Oktober dan baru mempertimbangkan kenaikan pada Desember. Ekspektasi tersebut tetap bertahan meskipun sejumlah data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan dan masih berada di atas target The Fed sebesar 2%.
Di sisi lain, Warsh memberikan pandangan positif terhadap dampak AI dalam jangka menengah. Ia memperkirakan perkembangan AI pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan kekayaan yang lebih besar, meskipun proses transisinya akan “sangat berliku”. Dalam jangka pendek, dampaknya terhadap lapangan kerja masih belum pasti, sementara peningkatan investasi saat ini lebih dulu mendorong permintaan sebelum memberikan dampak terhadap sisi produksi ekonomi.
Analisis Newsmaker: Pernyataan Warsh memberikan sinyal bahwa The Fed masih melihat ekonomi AS cukup kuat untuk menghadapi kebijakan moneter ketat, tetapi belum memberikan petunjuk baru mengenai kenaikan suku bunga berikutnya. Sikapnya yang tetap terbuka terhadap data membuat pasar masih memperkirakan kenaikan lebih mungkin terjadi pada Desember dibandingkan Oktober. Sementara itu, optimisme terhadap AI menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi, meski lonjakan investasi dan permintaan dalam jangka pendek juga berpotensi mempertahankan tekanan inflasi.
Sumber: Newsmaker.id