
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Militer Kuwait mengatakan sedang menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran pada Kamis. Serangan tersebut terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan konflik terbaru antara Washington dan Teheran tidak akan berlangsung terlalu lama.
Pemerintah Kuwait meminta masyarakat mengikuti seluruh petunjuk keamanan dan keselamatan. Ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah disebut berasal dari sistem pertahanan udara yang sedang mencegat target musuh.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut diarahkan ke pangkalan militer AS di Kuwait. Belum terdapat laporan resmi mengenai korban ataupun kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut.
Trump sebelumnya menyebut serangan AS terhadap Iran pada Selasa sebagai operasi yang sangat berat. Meski memperkirakan konflik segera berakhir, ia menegaskan Washington siap kembali menjalankan operasi militer kapan saja.
Iran melancarkan serangan balasan setelah wilayahnya dihantam AS dengan menargetkan sejumlah negara sekutu Washington di kawasan. Yordania dan Bahrain sebelumnya menjadi sasaran, sementara serangan terbaru memperluas ketegangan hingga Kuwait.
Sejumlah laporan menyebut pejabat tinggi pemerintahan Trump berusaha mencegah perang Iran berkembang lebih jauh menjelang pemilu sela November. Langkah itu muncul ketika survei Universitas Massachusetts Amherst menunjukkan lebih dari dua pertiga responden tidak menyetujui cara Trump menangani konflik tersebut.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id