
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Direktur National Economic Council AS Kevin Hassett mengatakan inflasi kembali membutuhkan perhatian setelah data harga konsumen September menunjukkan tekanan harga masih bertahan. Hassett menilai kondisi inflasi dalam beberapa bulan sebelumnya sempat terlihat terkendali, tetapi data terbaru menunjukkan kemungkinan tekanan harga kembali meningkat.
Data CPI September menunjukkan indeks harga konsumen AS naik 0,6% secara bulanan, sementara inflasi inti meningkat 0,3%. Keduanya menunjukkan tekanan harga yang lebih kuat dari perkiraan, meskipun sejumlah komponen seperti harga daging sapi dan telur justru mengalami penurunan.
Hassett mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan apakah kenaikan inflasi tersebut merupakan perubahan tren atau hanya lonjakan sementara. Menurutnya, data beberapa bulan ke depan akan menjadi penting untuk melihat apakah tekanan harga benar-benar kembali menguat atau hanya bersifat sementara.
Pernyataan tersebut muncul setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pekan lalu kembali tidak memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga. Dalam pertemuan IMF, Warsh menegaskan bahwa The Fed akan menjaga stabilitas harga, tetapi menolak memberikan gambaran mengenai keputusan kebijakan pada pertemuan berikutnya.
Hassett juga menilai kekuatan ekonomi AS menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan The Fed. Konsumen yang semakin percaya diri terhadap kondisi ekonomi mendorong peningkatan belanja, yang pada akhirnya dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga.
Analisis Newsmaker: Pernyataan Hassett memperkuat perhatian pasar terhadap risiko inflasi AS yang kembali meningkat. Jika tekanan harga berlanjut sementara konsumsi tetap kuat, ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan suku bunga ketat menjadi lebih besar. Kondisi ini berpotensi mendukung dolar dan yield Treasury, sekaligus menjadi tantangan bagi emas serta aset berisiko.
Sumber : Newsmaker.id