
Trending

Analisis & Opini
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan Senin (7/9), dengan Brent berada di sekitar US$97 per barel dan WTI di kisaran US$92. Dorongan utama masih berasal dari meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran setelah serangan terhadap sejumlah kapal dan tanker di sekitar Selat Hormuz. Aktivitas pelayaran melalui jalur penting tersebut juga turun ke level terendah sejak Mei, sehingga pasar semakin khawatir terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.
Dari sisi fundamental, sentimen minyak masih cenderung bullish karena risiko geopolitik belum mereda. Iran juga mengumumkan rencana pembentukan zona terbatas di sekitar Hormuz, sementara arus minyak dari kawasan tersebut tetap terganggu. Di saat bersamaan, OPEC+ memutuskan mempertahankan kebijakan produksinya untuk Oktober, sehingga belum ada tambahan pasokan besar yang bisa langsung meredam tekanan harga. Kondisi tersebut membuat premi risiko geopolitik tetap tinggi dan menjaga Brent dekat level psikologis US$100.
Namun, kenaikan minyak tetap menghadapi beberapa faktor pembatas. Harga yang sudah tinggi dapat mulai menekan permintaan, terutama dari negara importir besar seperti China, yang impor minyak lautnya pada Agustus masih jauh di bawah level sebelum konflik Iran. Selain itu, setiap kabar mengenai pembukaan kembali jalur Hormuz atau kemajuan diplomasi AS–Iran bisa memicu pelepasan premi risiko dan membuat harga terkoreksi cukup cepat.
Dari sisi teknikal, struktur Brent masih menunjukkan bias bullish. Reuters mencatat harga sebelumnya berhasil melewati area US$94,83, level yang secara teknikal membuka ruang menuju puncak Juli di sekitar US$102 per barel. Dengan harga saat ini sudah mendekati US$97, resistance terdekat berada di area psikologis US$100, kemudian US$102 jika momentum beli berlanjut.
Untuk sisi bawah, area US$94–95 menjadi support awal yang perlu diperhatikan. Selama Brent bertahan di atas area tersebut, momentum bullish masih relatif terjaga. Jika harga kembali turun di bawah US$94, potensi koreksi dapat mengarah ke area US$90–91, sementara pelemahan lebih jauh bisa membuka ruang ke support yang lebih dalam di sekitar US$85,4.
Secara keseluruhan, minyak hari ini masih memiliki bias bullish, dengan ketegangan di Hormuz menjadi katalis utama. Level US$100 menjadi batas psikologis penting: jika ditembus, pasar dapat menguji area US$102, tetapi jika muncul perkembangan diplomatik atau arus tanker kembali normal, koreksi tajam tetap perlu diwaspadai.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id