
Trending

Analisis & Opini
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bertahan kuat pada perdagangan Jumat (4/9), setelah mencatat rebound tajam dalam dua sesi terakhir. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.477 per troy ounce pada sesi Asia, setelah sebelumnya sempat kembali mendekati area US$4.500. Pemulihan emas didukung oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil Treasury setelah pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.
Dari sisi fundamental, sentimen terhadap emas membaik setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan dirinya cenderung mendukung suku bunga tetap pada pertemuan September apabila inflasi terus menunjukkan tanda-tanda mereda. Pernyataan tersebut menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September menjadi sekitar 50%, dari sebelumnya lebih dari 60%. Kondisi ini mengurangi tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga cenderung lebih menarik ketika ekspektasi suku bunga dan yield obligasi turun.
Penurunan yield Treasury juga memberikan dukungan tambahan. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,74%, sementara yield tenor dua tahun berada di sekitar 4,32%. Pada saat yang sama, Dollar Index turun ke bawah level 99,00 dan mendekati level terendah lebih dari satu pekan. Kombinasi dolar yang lebih lemah dan yield yang menurun menjadi faktor positif bagi harga emas dalam jangka pendek.
Namun, fokus utama pasar hari ini tertuju pada laporan Non-Farm Payrolls AS untuk Agustus. Konsensus memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 56.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,1%. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi semakin menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, melemahkan dolar dan membuka peluang kenaikan lanjutan emas. Sebaliknya, NFP yang jauh lebih kuat dari ekspektasi dapat menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga dan memicu tekanan terhadap XAU/USD.
Secara teknikal, struktur jangka pendek emas mulai kembali menunjukkan kecenderungan bullish setelah rebound dari area terendah sekitar US$4.282 pada awal pekan. Harga kini kembali berada di atas garis tengah Bollinger Bands dan 100-day Simple Moving Average, sementara Relative Strength Index berada di sekitar 55, menunjukkan momentum telah kembali ke area positif tetapi belum memasuki kondisi overbought. Struktur tersebut menunjukkan bahwa buyer masih memiliki ruang untuk mempertahankan momentum pemulihan.
Area US$4.460 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan. Selama emas mampu bertahan di atas wilayah tersebut, peluang pengujian kembali area psikologis US$4.500 tetap terbuka. Jika momentum beli semakin kuat setelah rilis NFP, pergerakan selanjutnya berpotensi mengarah ke area resistance yang lebih tinggi, dengan Bollinger Bands bagian atas berada di sekitar US$4.675.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$4.460 dapat membuka ruang koreksi menuju area US$4.360, yang berdekatan dengan 100-day SMA. Tekanan jual yang lebih besar dapat membawa emas kembali menuju sekitar US$4.245, terutama apabila data tenaga kerja AS keluar jauh lebih kuat dari perkiraan dan mendorong dolar serta yield Treasury kembali naik.
Secara keseluruhan, bias emas hari ini masih cenderung bullish tetapi sangat bergantung pada hasil NFP AS. Pelemahan dolar, penurunan yield Treasury dan menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed memberikan fondasi positif bagi emas. Namun, volatilitas berpotensi meningkat tajam ketika data tenaga kerja dirilis. Selama harga bertahan di atas US$4.460, buyer masih memiliki peluang mendorong XAU/USD kembali menembus US$4.500, sementara breakdown di bawah area tersebut dapat menjadi sinyal dimulainya koreksi yang lebih dalam.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id