
Trending

Gold Corner
Sumber: Newsmaker.id
Resume Pergerakan Emas dan Minyak
Resume Pergerakan Emas
Emas bergerak sangat volatil sepanjang periode tersebut. Pergerakannya terutama dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan Federal Reserve, pergerakan Dolar AS, yield Treasury, data tenaga kerja AS, serta perkembangan harga energi.
Pada awal periode, emas mendapat tekanan setelah komentar hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Lonjakan harga minyak akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran juga menambah kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi ini mendorong yield Treasury dan Dolar AS menguat, sehingga daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil menurun.
Tekanan jual kemudian semakin kuat dan membuat emas turun lebih dari 2%. Penguatan Dolar AS, kenaikan yield obligasi global, dan tingginya harga energi membuat pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan The Fed yang lebih ketat. Dari sisi teknikal, tekanan juga semakin besar setelah beberapa level support ditembus.
Emas kemudian mulai berbalik menguat setelah Dolar AS dan yield Treasury turun dari level tertingginya. Data ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta lebih lemah dari perkiraan, sehingga kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga mulai berkurang. Kondisi ini mendorong aksi beli kembali dan membuat emas naik lebih dari 1%.
Penguatan berlanjut setelah Gubernur The Fed Christopher Waller memberikan sinyal yang lebih dovish. Waller mendukung suku bunga tetap apabila inflasi terus melandai. Pernyataan tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga, menekan Dolar AS dan yield Treasury, serta mendorong emas naik sekitar 2,3%.
Tekanan kembali muncul setelah laporan Non-Farm Payrolls menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 162.000, lebih tinggi dari perkiraan. Tingkat pengangguran tetap di 4,1%, menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup kuat. Data ini kembali meningkatkan peluang kebijakan The Fed yang lebih ketat, sehingga Dolar AS dan yield Treasury menguat dan emas kembali turun sekitar 1%.
Secara keseluruhan, emas mengalami pergerakan naik-turun yang tajam namun masih mencatat penguatan tipis. Tekanan utama berasal dari Dolar AS, yield Treasury, harga energi yang tinggi, dan data tenaga kerja yang kuat. Sementara itu, data ADP yang lemah dan komentar dovish pejabat The Fed sempat memberikan dukungan.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada data inflasi AS, terutama PPI dan CPI. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga dapat kembali meningkat dan menekan emas. Sebaliknya, jika inflasi melemah, tekanan terhadap emas dapat berkurang.
Resume Pergerakan Minyak
Harga minyak Brent menguat tajam sepanjang periode tersebut, terutama akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz.
Brent naik menembus US$90 per barel setelah AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya dalam sekitar satu bulan. Kekhawatiran meningkat setelah pasukan AS menyerang aset militer Iran karena adanya dugaan persiapan penebaran ranjau di Selat Hormuz. Risiko gangguan pasokan membuat premi geopolitik pada harga minyak meningkat.
Kenaikan kemudian semakin kuat hingga Brent naik sekitar 5% dan mendekati US$95 per barel, level tertinggi sejak akhir Juli. Penguatan dipicu oleh serangan baru AS terhadap target Iran di sekitar Selat Hormuz setelah dua kapal tanker menjadi sasaran serangan. Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan memberikan respons yang lebih besar jika Iran melakukan pembalasan.
Setelah reli kuat, Brent mulai bergerak lebih fluktuatif di sekitar US$95 per barel. Pasar mulai menimbang risiko gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah dengan kondisi pasokan minyak yang masih tetap mengalir ke pasar. Hal ini membuat pergerakan harga menjadi lebih terbatas.
Harga minyak kemudian kembali menguat tipis dan tetap bertahan dekat level tertinggi dalam sekitar enam minggu. Investor terus memantau perkembangan konflik antara AS dan Iran serta dampaknya terhadap pasokan minyak melalui Selat Hormuz. Iran juga mengklaim telah menyerang pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut.
Brent akhirnya tetap bertahan di sekitar US$95 per barel dan mencatat kenaikan mingguan hampir 9%, menjadi salah satu kinerja mingguan terkuat sejak pertengahan Juli. Aksi saling serang antara AS dan Iran membuat risiko geopolitik tetap tinggi, terutama karena adanya ancaman terhadap produksi, fasilitas energi, kapal tanker, dan jalur pelayaran utama.
Secara keseluruhan, kenaikan minyak didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena memiliki peran penting dalam perdagangan minyak global. Selama konflik tetap berlangsung dan risiko gangguan pasokan masih tinggi, harga minyak berpotensi tetap mendapat dukungan. Namun, jika pasokan tetap berjalan normal dan ketegangan mulai mereda, harga minyak dapat mengalami koreksi.
Skenario Gold Minggu Ini
Gambaran Umum
Gold masih bergerak volatil setelah tekanan dari NFP yang kuat, penguatan Dolar AS, dan kenaikan yield Treasury. Meski begitu, risiko geopolitik serta peluang perubahan ekspektasi suku bunga masih dapat menahan penurunan. Untuk satu pekan ke depan, arah gold kemungkinan besar ditentukan oleh data inflasi AS, terutama PPI dan CPI.
Teknikal
Dari sisi teknikal, area 4.380-4.400 menjadi support awal, sedangkan 4.430-4.450 menjadi area pivot. Resistance penting berada di 4.480-4.500. Selama harga masih bertahan di atas 4.300, struktur kenaikan menengah belum sepenuhnya rusak. Namun, penutupan harian di bawah 4.300 akan membuka ruang koreksi yang lebih dalam.
Skenario Bullish
Jika gold mampu bertahan di atas 4.400 dan menembus 4.500, peluang kenaikan dapat berlanjut menuju 4.550, kemudian 4.600. Jika momentum sangat kuat, area 4.650-4.670 dapat kembali diuji. Skenario ini akan lebih kuat apabila PPI atau CPI lebih rendah dari perkiraan sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menurun.
Skenario Bearish
Jika gold gagal bertahan di area 4.380-4.400, tekanan jual dapat membawa harga menuju 4.330-4.300. Apabila 4.300 ditembus secara meyakinkan, target berikutnya berada di sekitar 4.250-4.280 dan 4.200. Skenario bearish akan lebih kuat jika data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan sehingga Dolar AS dan yield Treasury kembali menguat.
Skenario Utama Pekan Ini
Selama belum ada breakout yang kuat, gold berpotensi bergerak konsolidasi di kisaran 4.380-4.500. Area 4.500 menjadi pintu penguatan lanjutan, sedangkan 4.380 menjadi alarm tekanan jual. Level 4.300 tetap menjadi batas penting untuk menjaga struktur bullish menengah.
Level Kunci: Support 4.400 / 4.380 / 4.300 | Resistance 4.500 / 4.550 / 4.600
Catatan: Skenario bersifat analitis dan dapat berubah mengikuti data ekonomi, pergerakan Dolar AS, yield Treasury, dan perkembangan geopolitik.
Sementara BCO/Brent ditutup di sekitar US$95,84 dan secara teknikal masih menunjukkan kecenderungan bullish. Harga masih bergerak dalam struktur higher high dan higher low, sementara area US$95–96 menjadi zona penting karena berpotensi berfungsi sebagai support setelah sebelumnya menjadi resistance.
Selama harga bertahan di atas US$94–95, peluang kenaikan masih terbuka menuju US$97,5–98. Jika area tersebut berhasil ditembus, Brent berpotensi melanjutkan penguatan ke US$100, bahkan bisa melebar ke US$102,5–105 jika tekanan geopolitik semakin meningkat.
Sebaliknya, jika harga gagal bertahan di atas US$94, koreksi bisa berlanjut menuju US$92–92,5, lalu US$90. Penurunan di bawah US$90 akan mulai melemahkan struktur bullish jangka pendek.
Dari sisi fundamental, harga masih mendapat dukungan dari ketegangan AS–Iran dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Namun, jika tensi geopolitik mereda atau pasokan tetap berjalan normal, Brent berisiko mengalami profit taking.
Jadi untuk satu pekan ke depan, bias BCO masih bullish selama di atas US$94–95, dengan area US$98–100 sebagai target utama dan US$92–90 sebagai zona koreksi.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.