Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Senin (7/9), dengan spot gold sempat turun ke area US$4.389 per troy ounce, setelah sebelumnya juga terkoreksi pada Jumat. Tekanan utama datang dari data tenaga kerja AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Non-Farm Payrolls Agustus naik 162.000, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, sehingga pasar kembali meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Dari sisi fundamental, kondisi emas hari ini masih berada dalam tarik-menarik dua kekuatan. Di satu sisi, NFP yang kuat membuat prospek suku bunga AS lebih tinggi menjadi tekanan bagi emas karena kenaikan bunga meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti gold. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September berada di sekitar 57%, sementara fokus berikutnya beralih ke data PPI pada Kamis dan CPI pada Jumat. Jika inflasi kembali panas, ekspektasi kenaikan bunga dapat semakin kuat dan berpotensi menekan emas lebih lanjut.
Namun, tekanan terhadap emas masih tertahan oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan AS–Iran kembali meningkat setelah kedua pihak saling menyerang kapal di sekitar kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Kondisi tersebut ikut mendorong Brent mendekati US$97 per barel, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan inflasi global. Situasi geopolitik seperti ini tetap menjaga permintaan safe haven terhadap emas, meskipun kenaikan harga minyak juga dapat meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat alasan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan ketat.
Dari sisi teknikal, area US$4.400 menjadi level penting yang perlu diperhatikan. Selama harga mampu bertahan di atas area US$4.400–4.390, peluang rebound menuju resistance US$4.430–4.450 masih terbuka. Jika momentum beli berlanjut dan harga mampu menembus US$4.450, target berikutnya berada di sekitar US$4.480 hingga US$4.500.
Sebaliknya, apabila tekanan jual membawa emas turun menembus US$4.390, potensi koreksi dapat berlanjut menuju area US$4.370–4.350. Penembusan lebih dalam di bawah area tersebut dapat membuka ruang menuju US$4.320. Karena pasar AS libur Labor Day, likuiditas perdagangan hari ini cenderung lebih tipis sehingga pergerakan dapat relatif terbatas, tetapi tetap berpotensi terjadi lonjakan jika muncul headline baru dari konflik Timur Tengah.
Secara keseluruhan, emas hari ini masih memiliki bias sideways hingga bearish ringan, dengan tekanan dari NFP kuat dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Meski demikian, ketegangan geopolitik dan harga minyak yang tinggi menjadi faktor penahan penurunan. Arah emas berikutnya kemungkinan akan semakin jelas ketika pasar mulai mengantisipasi data PPI dan CPI AS pada akhir pekan ini.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id