Saham Jepang Anjlok, Politik Bikin Sektor Finansial Ambyar
Bursa saham Jepang ditutup melemah pada Selasa (3/9), dipimpin sektor perbankan, gara-gara ketidakpastian politik yang makin bikin investor was-was.
Indeks Topix anjlok 1,1% ke level 3.048,89, sementara Nikkei 225 turun 0,9% ke 41.938,89. Subindeks perbankan di Topix rontok 3,2%, jadi yang terburuk dalam sebulan terakhir.
Kegelisahan politik memanas setelah Sekjen LDP Hiroshi Moriyama, salah satu orang kuat di belakang PM Shigeru Ishiba, ngumumin mau mundur. Media lokal juga nyebut pejabat senior lain seperti Itsunori Onodera bakal cabut.
Sementara mantan PM Taro Aso kabarnya bahkan bakal dorong pemilu internal lebih cepat. Kondisi ini bikin banyak analis mikir kalau rencana kenaikan suku bunga BoJ bulan September kemungkinan batal.
Investor yang tadinya berharap bank dapet angin segar dari rate hike malah kecewa. Banyak yang akhirnya ambil untung dari saham finansial, ditambah saham asuransi juga lagi loyo. Yen sempet melemah sampai 1,2% ke level 148,60 per dolar pasca berita mundurnya Moriyama.
Di sisi lain, sentimen global juga makin dingin. Saham teknologi AS kayak Nvidia ikut jeblok setelah Washington mencabut izin TSMC kirim peralatan vital ke pabrik chip utama di China. Menurut Anna Wu dari VanEck, “Pasar Jepang lagi dihantam double combo: politik dalam negeri yang gonjang-ganjing plus tech US yang lagi loyo. Hasilnya, seluruh market jadi kerasa dingin.”(yds)
Sumber: Bloomberg