Nikkei Bangkit 2%, Saham Teknologi Jepang Pimpin Penguatan
Newsmaker.id - Bursa saham Jepang menguat tajam pada perdagangan Kamis, didorong oleh rebound saham-saham teknologi setelah mengalami tekanan dalam dua sesi sebelumnya. Indeks Nikkei 225 melonjak 2% ke atas level 68.000, sementara indeks Topix naik 0,4% ke posisi 4.022.
Penguatan pasar Jepang juga mengikuti sentimen positif dari Wall Street, khususnya pada saham chip dan saham terkait memori yang menguat semalam. Kenaikan tersebut membuat investor kembali masuk ke sektor teknologi, terutama emiten yang berkaitan dengan semikonduktor dan kecerdasan buatan.
Sentimen pasar semakin kuat setelah laporan menyebutkan bahwa pencatatan saham SK Hynix di Amerika Serikat mengalami kelebihan permintaan lebih dari tujuh kali. Kondisi ini menunjukkan masih tingginya minat investor terhadap sektor infrastruktur kecerdasan buatan, yang menjadi salah satu tema utama pasar global saat ini.
Di Jepang, saham Kioxia Holdings melonjak lebih dari 7% meski Bain Capital menjual seluruh kepemilikannya di perusahaan produsen memori flash tersebut. Saham teknologi lain juga ikut menguat, dengan Murata Manufacturing naik 4%, Advantest melesat 6,9%, Tokyo Electron menguat 4%, dan Fujikura bertambah 5,1%.
Dampak ke Market :
Penguatan Nikkei menunjukkan bahwa minat investor terhadap sektor teknologi dan AI masih sangat kuat, meski pasar sebelumnya sempat tertekan. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi bursa Asia secara umum, terutama saham-saham yang berhubungan dengan chip, memori, data center, dan infrastruktur AI.
Dampak lainnya, sentimen risk-on berpotensi meningkat. Ketika saham teknologi Jepang dan AS sama-sama menguat, investor biasanya lebih percaya diri masuk ke aset berisiko seperti saham, sementara aset safe haven seperti emas bisa sedikit tertahan jika tidak ada dorongan geopolitik baru.
Namun, kenaikan ini juga tetap perlu diwaspadai karena sebagian besar penguatan ditopang oleh euforia sektor AI. Kalau muncul kekhawatiran valuasi terlalu mahal atau aksi ambil untung di saham chip global, indeks Jepang bisa kembali terkoreksi.
Untuk pasar Asia, rebound Nikkei bisa memberi efek positif ke indeks regional lain, termasuk Hang Seng, Kospi, dan IHSG, terutama pada sektor teknologi, manufaktur elektronik, dan saham-saham yang sensitif terhadap arus modal asing.(CP)