Wall Street Menguat, PPI Dingin Dorong S&P 500 Cetak Rekor
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Kamis (13/8) setelah data inflasi produsen yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. S&P 500 naik sekitar 0,6% dan mencetak rekor baru, sementara Nasdaq melonjak 1,1% mendekati rekor penutupan tertingginya. Dow Jones bertambah sekitar 70 poin.
Sentimen pasar membaik setelah headline dan Core PPI Juli berada di bawah perkiraan. Data tersebut melengkapi CPI sehari sebelumnya yang juga relatif terkendali, sehingga meredakan kekhawatiran bahwa komentar hawkish sejumlah pejabat FOMC akan segera diikuti kenaikan suku bunga.
Saham semikonduktor kembali menjadi motor penguatan pasar. Micron melonjak 4,2%, Marvell naik 3,6%, sementara Sandisk melesat 13,7%. Reli sektor chip juga mengikuti penguatan saham teknologi Korea Selatan dan optimisme terhadap belanja infrastruktur kecerdasan buatan.
Sentimen AI semakin kuat setelah muncul laporan bahwa Anthropic tengah mempertimbangkan IPO dan berupaya mengakuisisi Decart AI senilai sekitar US$6 miliar. Prospek belanja besar di sektor AI kembali meningkatkan minat investor terhadap perusahaan yang terkait dengan pusat data dan semikonduktor.
Namun, tidak seluruh saham teknologi ikut menguat. Cisco anjlok sekitar 8,4% setelah memproyeksikan perlambatan penjualan yang berkaitan dengan pusat data AI pada tahun fiskal ini. Saham perbankan dan industri juga melemah, dengan Bank of America turun 1,1% dan RTX terkoreksi sekitar 1%, sehingga membatasi kenaikan Dow.
Analisis Newsmaker: Kombinasi CPI dan PPI yang relatif dingin memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada September dan menjadi katalis positif bagi Wall Street, terutama saham teknologi. Selama yield Treasury tidak kembali melonjak dan inflasi tetap terkendali, S&P 500 dan Nasdaq masih memiliki peluang melanjutkan reli. Namun, volatilitas saham AI tetap perlu diperhatikan karena ekspektasi pertumbuhan sektor tersebut sudah sangat tinggi.(yds)
Su,ber: Newsmaker.id