Bursa Eropa Terkoreksi Setelah Kuartal Terbaik
Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Rabu (1/7), tetapi berhasil menjauh dari level terendah sesi setelah para pembuat kebijakan di forum tahunan European Central Bank memberi sinyal bahwa mereka tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4% pada penutupan perdagangan. Sebelumnya, indeks acuan Eropa itu sempat melemah hingga 0,7%, sebelum memangkas sebagian kerugian setelah komentar dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Sintra, Portugal.
Warsh mengatakan risiko harga telah menurun dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ia tetap menegaskan independensi The Fed dalam menentukan arah kebijakan dan mengulang komitmen bank sentral Amerika Serikat untuk membawa inflasi kembali ke target 2%.
Komentar tersebut membantu meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap risiko kenaikan suku bunga yang terlalu agresif. Meski begitu, investor tetap berhati-hati karena The Fed belum memberi sinyal jelas mengenai arah kebijakan berikutnya, terutama menjelang data tenaga kerja Amerika Serikat.
Dari sisi Eropa, anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher mengatakan keputusan kebijakan berikutnya akan berada di antara dua opsi, yaitu menaikkan suku bunga lagi atau menahannya tetap stabil. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ECB masih membuka ruang pengetatan, tetapi tidak ingin tergesa-gesa mengambil langkah baru.
Sebelumnya, data menunjukkan inflasi zona euro melandai lebih dari perkiraan. Penurunan inflasi ini mengurangi urgensi bagi ECB untuk segera menaikkan suku bunga tambahan. Florian Ielpo dari Lombard Odier Investment Managers menilai kondisi ini memberi kombinasi positif bagi pasar Eropa, yaitu dukungan laba perusahaan dan tekanan suku bunga yang lebih rendah.
Secara sektoral, saham otomotif dan media menjadi penopang utama pasar. Sementara itu, sektor utilitas, teknologi, dan energi menjadi pemberat terbesar. Saham energi tertekan karena harga minyak turun mendekati US$71 per barel, seiring harapan bahwa pembicaraan AS-Iran dapat menurunkan risiko pasokan dari Timur Tengah.
Dari sisi kinerja kuartalan, Stoxx Europe 600 baru saja menyelesaikan kenaikan tiga bulanan terbaik sejak akhir 2020. Reli tersebut ditopang oleh optimisme terhadap artificial intelligence, turunnya harga energi, dan ekspektasi laba perusahaan yang membaik.
Ekspektasi laba juga menjadi faktor penting bagi investor. Strategis Deutsche Bank memperkirakan revisi laba setahun penuh mengarah pada pertumbuhan sekitar 14% untuk perusahaan dalam indeks Stoxx 600 tahun ini. Hal ini membantu menopang minat investor terhadap saham Eropa meskipun valuasi dan risiko suku bunga tetap menjadi perhatian.
Pada pergerakan saham individu, Galderma Group turun 2,7% setelah salah satu terapinya ditolak oleh Food and Drug Administration Amerika Serikat. Sebaliknya, Rheinmetall AG naik 6,1% bersama sektor pertahanan Eropa setelah rencana investasi pertahanan Inggris yang telah lama dinantikan mencakup tambahan dana £15 miliar untuk memperkuat militer Inggris.
Secara keseluruhan, pelemahan saham Eropa pada Rabu lebih terlihat sebagai aksi konsolidasi setelah reli kuat kuartalan. Selama inflasi terus melandai dan bank sentral tidak terburu-buru menaikkan suku bunga, pasar Eropa masih berpeluang mendapat dukungan. Namun, investor tetap perlu mencermati data tenaga kerja AS, arah harga minyak, dan perkembangan diplomasi AS-Iran.(arl)
Sumber: Newsmaker.id