• Thu, Jul 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 July 2026 00:13  |

Bailey Tegaskan BoE Belum Siap Pangkas Suku Bunga

Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan bank sentral Inggris belum berada dalam posisi untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga. Pernyataan ini disampaikan meskipun harga minyak telah turun kembali mendekati level sebelum perang Iran.

Berbicara dalam konferensi European Central Bank di Sintra, Portugal pada hari Rabu (1/7), Bailey mengatakan ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini sebelumnya memang sempat masuk akal karena ekonomi Inggris mulai melambat. Namun, menurutnya, opsi tersebut sudah tidak berlaku sejak Maret dan masih belum kembali masuk pertimbangan saat ini.

Bailey juga menegaskan bahwa BoE tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan kebijakan moneter. Bank sentral masih membutuhkan waktu untuk menilai bagaimana lonjakan harga minyak sebelumnya memengaruhi ekonomi Inggris, terutama terhadap inflasi, biaya produksi, dan daya beli rumah tangga.

Sikap hati-hati ini muncul ketika harga energi mulai mereda setelah sempat melonjak akibat konflik Iran. Namun, Bailey menilai pergerakan harga minyak dan gas masih sulit diprediksi. Ia bahkan menyebut harga futures minyak dan gas sebagai indikator yang buruk untuk membaca arah harga energi ke depan.

Ketidakpastian energi menjadi salah satu tantangan utama bagi BoE. Jika harga minyak kembali naik, tekanan inflasi dapat kembali menguat. Namun, jika harga energi terus turun, tekanan terhadap inflasi bisa mereda dan memberi ruang bagi bank sentral untuk menahan kebijakan lebih lama.

Dalam forum yang sama, sejumlah pembuat kebijakan bank sentral, termasuk Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, juga menolak memberi forward guidance atau panduan eksplisit mengenai arah kebijakan ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa bank sentral utama dunia kini lebih memilih pendekatan berbasis data dibanding memberi sinyal pasti kepada pasar.

Mayoritas tipis ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga tahun ini. Namun, pasar keuangan masih memperkirakan peluang sekitar 75% untuk satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, turun jauh dari ekspektasi tiga kali kenaikan setelah konflik Iran pertama kali pecah.

Bagi pasar, komentar Bailey memberi sinyal bahwa BoE belum siap berbalik dovish. Meski ekonomi Inggris melambat, risiko inflasi masih cukup besar untuk membuat bank sentral tetap berhati-hati. Kondisi ini dapat menopang pound sterling, tetapi juga membatasi ruang penguatan saham jika pasar kembali khawatir terhadap suku bunga tinggi.

Secara keseluruhan, arah kebijakan BoE masih sangat bergantung pada data inflasi, harga energi, dan kondisi ekonomi domestik. Selama dampak harga minyak terhadap inflasi belum jelas, pemangkasan suku bunga kemungkinan tetap berada di luar agenda utama bank sentral Inggris.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai