• Wed, Jul 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 July 2026 03:22  |

Brent Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

Harga minyak bergerak relatif datar pada perdagangan Selasa (30/6), tetapi masih berada di jalur penurunan bulanan dan kuartalan terbesar sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020. Investor mencermati peluang pembicaraan Amerika Serikat dan Iran di Doha, di tengah gencatan senjata sementara yang masih rapuh.

Minyak Brent turun 23 sen atau 0,3% dan ditutup di level US$72,92 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI melemah US$1,25 atau 1,8% ke level US$69,50 per barel. Kontrak Brent Agustus berakhir pada Selasa dan akan digantikan kontrak September yang bergerak di sekitar US$73,31 per barel.

Kedua acuan minyak dunia tersebut kini berada dekat level sebelum perang AS-Israel melawan Iran dimulai. Pada 27 Februari, sehari sebelum konflik pecah, Brent ditutup di US$72,48 per barel, sementara WTI berada di US$67,02 per barel. Kondisi ini menunjukkan bahwa premi risiko geopolitik di pasar minyak mulai menguap.

Tekanan harga minyak terutama datang dari membaiknya arus pelayaran melalui Selat Hormuz. Sebelum perang, sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur strategis tersebut. Ketika lalu lintas kapal mulai kembali normal, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah ikut mereda.

Namun, proses diplomasi belum sepenuhnya memberi kepastian. Pejabat Qatar mengatakan utusan Amerika Serikat yang tiba di Doha tidak akan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran. Sebagai gantinya, pembicaraan teknis akan dilakukan pekan ini untuk membahas isu seperti keamanan regional, sebelum nantinya dapat ditingkatkan ke level senior.

Kehadiran Jared Kushner dan utusan Steve Witkoff di Doha terjadi setelah baku tembak akhir pekan yang menguji kesepakatan sementara 17 Juni antara Amerika Serikat dan Iran. Pakta 14 poin tersebut memberi waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk merundingkan gencatan senjata permanen dan menyelesaikan isu sulit, termasuk masa depan program nuklir Iran.

Di luar faktor geopolitik, pasar juga mencermati prospek pasokan jangka menengah. Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak global dapat mengalami surplus tersirat sebesar 4,8 juta barel per hari pada 2027. Proyeksi surplus ini menambah tekanan bearish karena pasar melihat potensi pasokan yang lebih longgar dalam beberapa tahun ke depan.

Fokus investor berikutnya tertuju pada data persediaan minyak Amerika Serikat. Pasar menunggu laporan mingguan dari American Petroleum Institute pada Selasa dan Energy Information Administration pada Rabu. Analis memperkirakan perusahaan energi menarik sekitar 4,5 juta barel minyak mentah dari persediaan untuk pekan yang berakhir 26 Juni.

Jika proyeksi tersebut benar, penarikan persediaan akan terjadi selama 10 pekan berturut-turut, menyamai rekor yang pernah terjadi pada Januari 2018. Namun, penurunan stok tersebut belum cukup mengubah sentimen utama karena pasar masih lebih fokus pada normalisasi pasokan dari Timur Tengah dan peluang de-eskalasi konflik.

Secara keseluruhan, harga minyak masih berada dalam fase koreksi besar setelah lonjakan sebelumnya akibat perang Iran. Selama arus kapal melalui Selat Hormuz tetap berjalan dan pembicaraan AS-Iran tidak memburuk, harga minyak berpotensi tetap tertekan. Namun, jika gencatan senjata kembali dilanggar atau pasokan terganggu, volatilitas minyak bisa meningkat dengan cepat. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai