• Wed, Jul 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 July 2026 14:15  |

Emas Turun Tiga Hari Beruntun, Ini Biang Keroknya!

Harga emas turun untuk hari ketiga berturut-turut hingga hari ini Rabu (01/07), seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa Federal Reserve masih dapat memperketat kebijakan moneternya. Sinyal tersebut turut menopang penguatan dolar AS dan membuat pelaku pasar mencermati perkembangan pembicaraan Amerika Serikat dan Iran.

Emas spot melemah ke bawah level US$3.980 per ons setelah turun sekitar 2% dalam dua sesi sebelumnya. Harga emas bahkan menyentuh level terendah sejak November, setelah Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, menyatakan belum melihat banyak bukti bahwa suku bunga saat ini cukup menahan laju ekonomi.

Hammack juga menilai bank sentral AS mungkin masih perlu menaikkan suku bunga untuk mengembalikan inflasi ke target 2%. Petunjuk lebih lanjut terkait arah suku bunga AS diperkirakan datang dari pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium tahunan Bank Sentral Eropa di Sintra, Portugal.

Dari sisi geopolitik, pasar juga memantau perkembangan pembicaraan AS-Iran. Utusan AS, Jared Kushner dan Steve Witkoff, disebut telah melakukan pembicaraan positif dengan para pemimpin regional di Qatar, sementara pembicaraan teknis dengan Iran dilaporkan terus berjalan.

Sepanjang kuartal II, emas anjlok 14% dan mencatat kinerja terburuk sejak 2013. Setelah sempat mencetak rekor pada Januari, logam mulia tertekan oleh spekulasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga tahun ini untuk mengatasi inflasi yang masih sulit turun, meskipun harga energi telah melemah setelah kesepakatan sementara AS-Iran.

Data ekonomi AS juga menunjukkan ketahanan yang masih cukup kuat. Lowongan kerja pada Mei hanya berubah sedikit, menandakan permintaan tenaga kerja tetap stabil di tengah kenaikan payroll. Kondisi ini memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih lama sambil menilai arah inflasi.

Secara teknikal, emas turut menghadapi sinyal pelemahan setelah moving average 200 hari turun di bawah moving average 50 hari. Pola ini dikenal sebagai death cross dan sering dipandang sebagai tanda terbentuknya tren turun jangka panjang. Pada pukul 14.03 waktu Singapura, emas spot turun 0,8% ke level US$3.977,23 per ons, sementara indeks dolar AS Bloomberg naik 0,1%. Perak melemah 1,7% ke US$57,63 per ons, sedangkan platinum dan palladium juga ikut turun. (asd)*

Sumber: Newsmaker.id 

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai