Saham Eropa Turun dari Rekor, Sektor Teknologi Jadi Beban Utama
Bursa saham Eropa ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (23/6), pasca aksi jual di sektor teknologi membuat investor mengurangi posisi pada aset berisiko. Euro STOXX 50 turun dari area rekor, sementara STOXX Europe 600 juga melemah dan menyentuh level terendah dalam lebih dari satu pekan. Tekanan ini mengikuti pelemahan Wall Street dan pasar Asia, ketika saham-saham yang sebelumnya diuntungkan oleh euforia kecerdasan buatan mulai mengalami koreksi.
Sektor teknologi menjadi pemberat utama pasar Eropa. Saham ASML turun tajam, sementara Infineon, STMicroelectronics, dan beberapa emiten semikonduktor lainnya ikut melemah lebih dari 5%. Investor mulai mencemaskan apakah perusahaan-perusahaan besar teknologi atau hyperscaler telah mengeluarkan belanja modal terlalu besar untuk infrastruktur AI. Jika hasil investasi AI tidak segera sesuai dengan ekspektasi, pasar khawatir perusahaan akan mulai memperlambat pengeluaran dan menekan permintaan terhadap rantai pasok chip.
Kekhawatiran tersebut semakin kuat setelah SpaceX kembali mencari pendanaan dalam jumlah besar melalui pasar obligasi, sementara SK Hynix di Korea Selatan disebut akan memperlambat produksi chip AI untuk mengalihkan kapasitas ke chip DRAM komoditas. Kondisi ini memberi sinyal bahwa reli AI yang selama ini menjadi motor utama pasar global mulai diuji. Saham industri yang punya eksposur ke proyek pusat data seperti Siemens dan Schneider Electric juga ikut melemah karena investor mulai mengurangi ekspektasi terhadap belanja infrastruktur digital.
Meski sektor teknologi tertekan, beberapa saham farmasi masih mampu bertahan. Sanofi menguat setelah Uni Eropa menyetujui pengobatan Cenrifki, sehingga sektor kesehatan menjadi salah satu penopang terbatas di tengah pelemahan pasar. Namun, dukungan dari sektor defensif belum cukup untuk mengimbangi tekanan besar dari saham teknologi dan semikonduktor yang memiliki bobot penting dalam indeks utama Eropa.
Dari sisi ekonomi, data PMI menunjukkan aktivitas sektor swasta zona euro masih berada di zona kontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut. PMI komposit naik ke 49,5 dari 48,5 pada Mei, tetapi tetap berada di bawah level 50 yang menandakan ekspansi. Sektor jasa masih lemah, sementara manufaktur hanya tumbuh tipis. Data ini memberi gambaran bahwa ekonomi zona euro belum sepenuhnya pulih, sehingga tekanan pasar datang dari dua sisi sekaligus: koreksi saham teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang masih rapuh.(yds)
Sumber: Newsmaker.id