Serangan Berhenti, Harga Minyak Terjun
Harga minyak jatuh pada perdagangan Senin (27/7) setelah Amerika Serikat menghentikan sementara serangan terhadap Iran. Minyak Brent turun 8,7% dan ditutup di US$88,36 per barel, penurunan harian terbesar sejak 17 April.
Minyak West Texas Intermediate atau WTI juga merosot 7,5% menjadi US$82,61 per barel. Penurunan terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan jeda serangan diberikan untuk membuka kembali peluang perundingan dengan Iran.
Iran juga menahan serangan balasan dan mengadakan pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz. Harapan dibukanya kembali jalur pelayaran tersebut membantu meredakan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.
Tekanan pasokan turut berkurang setelah aktivitas pemuatan minyak kembali berlangsung di terminal Caspian Pipeline Consortium di pesisir Laut Hitam Rusia. Terminal tersebut menjadi jalur ekspor utama minyak Kazakhstan menuju pembeli di Eropa.
Meski turun tajam, harga minyak masih menguat lebih dari 20% sepanjang bulan ini. Risiko tetap tinggi karena kelompok Houthi mengancam jalur ekspor Saudi di Laut Merah, sementara lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal.
Harga minyak berpotensi tetap tertekan apabila pembicaraan AS-Iran menghasilkan kemajuan dan pengiriman kembali normal. Namun, serangan baru terhadap fasilitas energi atau jalur pelayaran dapat dengan cepat mendorong Brent dan WTI kembali naik.(arl)
Sumber: Newsmaker.id