Wall Street Bervariasi Jelang IPO SpaceX
Bursa saham Amerika Serikat bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat (12/6) setelah sempat rebound tajam pada sesi sebelumnya. Pergerakan pasar terlihat tertahan karena optimisme terhadap peluang kesepakatan damai antara AS dan Iran harus berhadapan dengan volatilitas saham teknologi menjelang rencana IPO SpaceX.
Indeks S&P 500 bergerak datar, sementara Dow Jones menguat 0,5% berkat dukungan saham-saham defensif. Di sisi lain, Nasdaq 100 yang banyak dihuni saham teknologi melemah 0,5%, menunjukkan investor mulai lebih berhati-hati terhadap sektor teknologi setelah reli kuat dalam beberapa waktu terakhir.
Sentimen positif datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat semakin dekat dengan kesepakatan untuk memulihkan perdagangan energi melalui Selat Hormuz secara bertahap. Iran juga mengonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut hampir rampung. Kabar ini membuat harga energi dan imbal hasil obligasi turun, sehingga memberi sedikit ruang lega bagi kondisi kredit setelah data sebelumnya menunjukkan percepatan inflasi konsumen dan produsen.
Sektor keuangan menjadi salah satu penopang pasar setelah saham JPMorgan dan Goldman Sachs bergerak menguat. Penurunan yield obligasi dan meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi membantu memperbaiki sentimen terhadap saham perbankan, terutama ketika pasar mulai menilai risiko inflasi energi dapat berkurang jika jalur Hormuz kembali dibuka.
Namun, tekanan tetap muncul dari saham teknologi dan perusahaan infrastruktur AI menjelang IPO SpaceX. Rencana IPO tersebut disebut menargetkan pendanaan sekitar US$75 miliar untuk belanja baru pada pusat data dan kapasitas komputasi. Laporan bahwa permintaan saham IPO SpaceX mengalami kelebihan permintaan lebih dari empat kali lipat membuat perhatian investor semakin tertuju pada sektor teknologi dan infrastruktur digital.
Secara opini, pergerakan Wall Street saat ini menunjukkan pasar sedang berada di persimpangan. Di satu sisi, peluang damai AS-Iran dan turunnya harga energi memberi dukungan bagi aset berisiko. Namun di sisi lain, valuasi saham teknologi yang tinggi dan euforia menjelang IPO SpaceX membuat investor lebih selektif. Selama ketidakpastian suku bunga, inflasi, dan arah sektor teknologi masih besar, Wall Street berpotensi tetap bergerak campuran dalam jangka pendek.(yds)
Sumber: Newsmaker.id