Wall Street Terkoreksi dari Rekor, Fokus Fed dan Risiko Iran-AS
Indeks saham AS terkoreksi tipis dari level rekor pada Rabu, seiring pasar menilai risiko The Fed tetap hawkish dan minimnya kemajuan dalam kesepakatan antara Iran dan AS. S&P 500, Nasdaq 100, dan Dow bergerak melemah, dengan sentimen dibayangi kombinasi data tenaga kerja yang solid dan ketegangan geopolitik yang kembali memanas.
Data ADP menunjukkan sektor swasta menambah 122.000 pekerjaan bersih pada Mei, melampaui ekspektasi. Angka ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja masih kuat, sehingga memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama guna menekan inflasi, sekaligus mendorong yield naik.
Di sisi geopolitik, serangan terbaru Iran di Bahrain dan Kuwait menambah tekanan pada gencatan senjata AS-Iran, sementara harga energi kembali naik. Kenaikan energi memperbesar kekhawatiran inflasi dan memperkuat argumen “higher for longer”, yang cenderung menekan valuasi aset berisiko ketika biaya modal meningkat.
Pada level sektor, saham keuangan melemah ketika yield menguat, dengan JPMorgan turun 1%. Sejumlah saham hyperscaler juga terkoreksi, termasuk Oracle, Nvidia, dan Microsoft yang masing-masing turun lebih dari 1%, meski tema permintaan infrastruktur AI masih menjadi penopang narasi sektor teknologi.
Sementara itu, Marvell melonjak 15% dan memperpanjang kenaikan setelah sesi sebelumnya menguat sekitar 30%, didukung komentar CEO Nvidia Jensen Huang yang menyebut produsen semikonduktor tersebut berpotensi menjadi “trillion-dollar company.” Pasar akan memantau arah yield, dinamika harga energi, serta sinyal kebijakan The Fed, karena ketiganya menjadi variabel utama yang menentukan apakah koreksi ini berlanjut atau sekadar jeda setelah reli menuju rekor.(yds)
Sumber: Newsmaker.id