Pasar Eropa Dibuka Negatif: Efek Domino Timur Tengah
Bursa Eropa mengawali pekan dengan nuansa risk-off, setelah pasar global terseret turun usai serangan besar AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan. Sentimen langsung berubah defensif—investor mengurangi aset berisiko dan mulai fokus ke “mode aman”.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun 1,4% tak lama setelah pembukaan London pada hari Senin (2/3). Hampir semua sektor merah, kecuali minyak & gas yang justru relatif bertahan karena lonjakan harga energi.
Tekanan paling terasa di indeks utama: FTSE Inggris -0,9%, DAX Jerman -2,3%, CAC 40 Prancis -2,4%, dan FTSE MIB Italia -1,7%. Gerakannya serempak—menunjukkan pasar memandang ini sebagai risiko global, bukan isu lokal.
Di level global, kekhawatiran utama ada pada potensi gangguan pasokan energi. Minyak mentah sempat melonjak lebih dari 8% karena pasar takut distribusi terganggu. Efeknya merembet ke saham-saham sensitif risiko, termasuk sektor transportasi: saham maskapai terpukul di tengah gangguan wilayah udara dan penutupan bandara di kawasan Timur Tengah.
Situasinya makin rumit karena Iran dilaporkan melakukan serangan balasan ke pangkalan AS di Timur Tengah, dan ada laporan tiga anggota militer AS tewas dalam operasi tersebut. Ini bikin pasar sulit memegang “skenario cepat selesai”, sehingga volatilitas masih berpotensi tinggi.
Dari sisi agenda, investor Eropa juga memantau rilis laporan pendapatan (Bank of Ireland Group, Smith & Nephew, Galp Energia) serta data penting seperti penjualan ritel Jerman dan PDB Italia. Tapi untuk saat ini, arah pasar masih sangat ditentukan headline geopolitik dan pergerakan minyak. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id