Wall Street Tertekan: Nvidia Anjlok, Nasdaq Turun 1,18%
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Kamis (26/2), dengan S&P 500 terkoreksi setelah laporan kinerja terbaru dari raksasa teknologi Nvidia dan perusahaan perangkat lunak Salesforce dinilai belum cukup kuat untuk mengangkat sentimen pasar secara luas. S&P 500 turun 0,54%, sementara Nasdaq Composite melemah 1,18%. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average naik tipis 17 poin.
Tekanan utama datang dari Nvidia. Saham produsen chip tersebut turun lebih dari 5%, meski perusahaan mencatat laba dan pendapatan kuartal IV yang melampaui perkiraan. Pelemahan ini menjadi yang terburuk sejak April, sekaligus menyeret sejumlah saham semikonduktor lain seperti Broadcom, Lam Research, Western Digital, dan Applied Materials yang turut bergerak turun.
Chief Investment Officer Facet, Tom Graff, menilai pasar kini berada dalam mode “prove it”—investor menuntut bukti yang lebih kuat bahwa pertumbuhan dan narasi AI masih akan berlanjut sesuai valuasi yang sudah terlanjur tinggi. Ia menyebut Nvidia belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut dalam laporan kali ini, di tengah kekhawatiran pasar terkait kemitraan perusahaan dengan OpenAI. Menurutnya, kombinasi ekspektasi yang sudah sangat tinggi dan sikap pasar yang semakin skeptis berpotensi membuat pergerakan saham Nvidia tetap bergejolak setidaknya dalam beberapa kuartal ke depan.
Di sisi lain, Salesforce—yang belakangan menjadi salah satu saham paling tertekan akibat kekhawatiran “disrupsi AI”—menguat sekitar 3% setelah mencatat kinerja kuartalan yang mengalahkan estimasi baik dari sisi pendapatan maupun laba. Namun penguatan tersebut dibatasi oleh proyeksi pendapatan fiskal 2027 yang dinilai mengecewakan, sehingga tetap menahan optimisme pasar terhadap sektor software.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id