Saham AS Mixed, Fokus Beralih ke Permintaan AI & Headline Iran
Saham-saham Amerika Serikat bergerak bervariasi pada Kamis (26/2), ketika pasar menilai laporan kinerja Nvidia dan implikasinya terhadap permintaan AI—tema besar yang menopang reli indeks AS dalam beberapa tahun terakhir. Reaksi yang cenderung terbatas terhadap hasil Nvidia menegaskan investor kini lebih sensitif terhadap detail outlook dan keberlanjutan belanja modal (capex) AI, bukan sekadar “beat” angka konsensus.
Nvidia melaporkan pendapatan kuartal Januari yang melampaui perkiraan dan proyeksi pendapatan kuartal berjalan di atas estimasi pasar. Meski demikian, pergerakan sahamnya tidak memicu euforia luas, menunjukkan standar ekspektasi terhadap raksasa AI kian tinggi dan pasar mulai menguji apakah narasi pertumbuhan AI masih cukup kuat untuk mempertahankan valuasi sektor teknologi.
Di luar semikonduktor, perhatian investor juga mengarah ke saham perangkat lunak. Salesforce tercatat melemah setelah memberikan proyeksi pendapatan tahunan yang berada di bawah ekspektasi, memperpanjang kekhawatiran bahwa belanja TI perusahaan belum benar-benar pulih dan kompetisi/“disrupsi” berbasis AI membuat investor makin selektif pada model Software-as-a-Service.
Sementara itu, pasar juga memantau perkembangan pembicaraan nuklir AS–Iran di Jenewa. Risiko geopolitik ini menjadi faktor yang bisa mengubah selera risiko secara cepat, sekaligus berpotensi memengaruhi sektor energi melalui ekspektasi arah sanksi, stabilitas pasokan, dan persepsi risiko jalur pengapalan strategis.
Dengan kombinasi “earnings scrutiny” pada tema AI dan headline geopolitik yang masih berjalan, Wall Street cenderung bergerak tak seragam: investor menahan diri mengejar reli lebar dan memilih rotasi sektoral berbasis katalis masing-masing emiten.(yds)
Sumber: newsmaker.id