Saham Eropa Rekor Baru, Sentimen Konsumen Beri Sinyal Campuran
Indeks saham Eropa menguat pada Rabu (25/2), didorong meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi disrupsi AI serta optimisme yang masih hati-hati menjelang kejelasan lebih lanjut soal arah kebijakan perdagangan AS. Penguatan ini membuat investor kembali meningkatkan eksposur ke aset berisiko, meski tetap selektif.
Indeks Euro STOXX 50 naik 0,9% dan ditutup di rekor 6.172, sementara STOXX Europe 600 menguat 0,7% ke rekor 633. Pasar menilai sentimen membaik seiring tekanan jual pada saham teknologi mulai mereda, setelah sebelumnya terseret kekhawatiran bahwa perkembangan AI dapat mengganggu model bisnis dan valuasi di sektor tertentu.
Fokus investor kini bergeser ke laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis kemudian hari, karena hasilnya dinilai bisa memberi gambaran baru tentang kekuatan dan keberlanjutan permintaan terkait AI. Sejalan dengan itu, ASML—yang eksposurnya ke rantai pasok AI cukup besar—menguat 2%. Dari sisi earnings, HSBC melonjak 7,6% setelah melaporkan hasil 2025 yang lebih kuat dari perkiraan, membantu menopang sentimen di sektor finansial.
Dari sisi makro, data kepercayaan rumah tangga memberi sinyal campuran: kepercayaan konsumen Jerman melemah tak terduga menjelang Maret, sementara sentimen Prancis membaik pada Februari. Gambaran yang tidak seragam ini mengingatkan pasar bahwa meski indeks mencetak rekor, arah berikutnya tetap sensitif terhadap kombinasi earnings, data permintaan domestik, dan perkembangan kebijakan perdagangan global. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id