Bursa Eropa Melemah, Ketidakpastian Tarif AS Menguat
Saham-saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Senin (23/2), ketika pasar global kembali masuk mode hati-hati menyusul sinyal kebijakan tarif terbaru dari Presiden AS Donald Trump. Tekanan muncul karena investor menilai ulang risiko perdagangan dan dampaknya terhadap prospek laba korporasi di tengah iklim kebijakan yang berubah cepat.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 mengakhiri sesi turun hampir 0,5%, dengan mayoritas bursa utama berada di zona negatif. Pelemahan ini menandai berkurangnya selera risiko setelah reli pekan lalu yang sempat didorong sentimen bahwa beban tarif AS berpotensi berkurang.
Minggu lalu, pasar Eropa sempat menguat setelah Mahkamah Agung AS memutuskan menentang sebagian besar tarif “timbal balik” Trump. Namun, suasana berubah saat Trump menyampaikan pada akhir pekan bahwa ia akan menerapkan tarif global baru 15%, naik dari skema 10% yang sebelumnya digadang-gadang.
Trump mengatakan tarif baru tersebut akan “berlaku segera” melalui unggahan di Truth Social, dan sekaligus memberi sinyal bahwa tarif tambahan masih mungkin menyusul. Pernyataan ini menghidupkan lagi ketidakpastian kebijakan dagang AS, yang biasanya cepat diterjemahkan pasar sebagai katalis volatilitas.
Kembalinya kekhawatiran tarif menekan sentimen saham-saham siklikal dan memicu aksi defensif, karena tarif yang lebih tinggi berisiko menambah biaya, mengganggu rantai pasok, dan memperumit perencanaan perusahaan multinasional. Investor kini menunggu kejelasan implementasi, cakupan negara, dan potensi respons balasan dari mitra dagang.
Di sisi korporasi, saham JD Sports justru menguat 3,4% hingga akhir sesi setelah raksasa ritel olahraga Inggris itu mengumumkan rencana buyback untuk mengembalikan sekitar £200 juta kepada investor. Aksi korporasi tersebut membantu menahan tekanan di sektor ritel, meski sentimen makro tetap jadi penggerak utama pasar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id