Kospi Rekor, Bursa Asia Tetap Tangguh
Bursa Asia-Pasifik menguat pada Senin meski ketidakpastian tarif masih membayangi. Pemicu utamanya datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan rencana tarif global menjadi 15% dari 10%, hanya beberapa hari setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar kebijakan tarif berbasis kewenangan darurat.
Pelaku pasar menilai putusan pengadilan memang mengganggu “cara” Trump menerapkan tarif, tapi tidak otomatis menghapus kerangka kebijakan tarif secara keseluruhan. Sejumlah ekonom memperingatkan, bila batas tarif baru diterapkan penuh tanpa pengecualian, rata-rata tarif justru bisa kembali naik dan menjaga volatilitas tetap tinggi.
Di Korea Selatan, Kospi naik untuk sesi ketiga berturut-turut dan melesat 1,7% ke rekor baru. Saham-saham bobot besar memimpin penguatan, dengan SK Hynix menguat lebih dari 3% dan Samsung Electronics naik sekitar 2%. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga ikut naik sekitar 0,74%. Sementara itu, Australia S&P/ASX 200 menguat tipis dan futures Hang Seng mengindikasikan pembukaan lebih tinggi, sedangkan pasar China dan Jepang tutup karena libur.
Di komoditas, harga minyak berbalik turun dan menghapus kenaikan awal. Brent melemah ke sekitar US$71,33/barel dan WTI turun ke kisaran US$65,96/barel. Di Wall Street, saham AS menguat pada Jumat: S&P 500 naik 0,69%, Nasdaq 0,9%, dan Dow 0,47%, karena pasar menilai putusan pengadilan memberi ruang napas bagi perusahaan dari beban biaya tarif—meski arah kebijakan berikutnya masih jadi tanda tanya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id