Bursa Eropa Hijau, Laporan Kinerja & PMI Jadi Penopang
Pasar saham Eropa menguat pada perdagangan Jumat (20/2), seiring investor makin percaya diri berkat musim laporan kinerja yang umumnya solid dan kondisi suku bunga yang relatif moderat. Ketegangan di Timur Tengah tidak banyak mengganggu selera risiko, sehingga pasar tetap melanjutkan mode risk-on.
Indeks regional Stoxx Europe naik 0,8%. Di bursa utama, DAX Jerman menguat 0,8%, FTSE 100 Inggris naik 0,5%, CAC 40 Prancis melonjak 1,2%, dan indeks pasar Swiss bertambah 0,3%.
Dari sisi data, HCOB Flash Eurozone Composite PMI Output Index yang disesuaikan musiman naik ke 51,9 pada Februari dari 51,3 di Januari. Angka ini menandai aktivitas bisnis zona euro tetap berada di wilayah ekspansi (di atas 50) untuk 14 bulan berturut-turut, mengindikasikan pemulihan sektor swasta berlanjut meski masih moderat.
Di sektor korporasi, HSBC dikabarkan memangkas sekitar 10% tim pasar modal utang (debt capital markets) di AS sebagai bagian dari program efisiensi biaya di bawah CEO Georges Elhedery. Meski ada kabar pemangkasan, saham HSBC justru naik sekitar 0,5% di London.
Di sektor kesehatan, BioNTech menggugat Moderna atas dugaan pelanggaran paten teknologi vaksin COVID-19. Saham BioNTech turun sekitar 1,1% di Frankfurt. Sementara itu, AstraZeneca mengumumkan FDA menyetujui Calquence (acalabrutinib) + venetoclax sebagai terapi oral durasi tetap untuk pasien dewasa dengan CLL/SLL; sahamnya relatif datar.
Saham konsumer jadi sorotan setelah laporan menyebut CEO Diageo berencana melakukan perombakan manajemen puncak—dan pasar merespons positif, dengan saham Diageo melonjak hampir 4%. Di sisi lain, Sanofi menghadapi gugatan dari Jaksa Agung Texas terkait dugaan insentif tidak pantas untuk resep obat; Sanofi membantah dan menyebut programnya legal—sahamnya turun sekitar 0,5% di Paris. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id