Wall Street Turun Lagi, Data AS Bikin Pasar Hati-hati
Bursa saham AS melemah untuk sesi kedua berturut-turut pada Jumat (20/2), setelah rangkaian data ekonomi memberi sinyal latar belakang yang kurang nyaman bagi sektor korporasi. Tiga indeks utama Wall Street tercatat turun hingga sekitar 0,5%.
Tekanan utama datang dari data GDP AS Q4 yang hanya tumbuh 1,4% (annualized)—jauh di bawah ekspektasi pasar 3%. Angka ini menantang narasi bahwa ekonomi AS tetap “tahan banting” di tengah isu tarif dan risiko penutupan pemerintahan.
Di sisi inflasi, pasar juga diguncang oleh kenaikan PCE price index serta core PCE yang melampaui perkiraan. Data ini memperkuat kesan bahwa inflasi masih “lengket”, sehingga peluang kebijakan moneter yang lebih akomodatif dari The Fed menjadi lebih sulit dipertahankan.
Nada kebijakan juga ikut menekan sentimen setelah para pembuat kebijakan menegaskan inflasi yang membandel harus benar-benar turun sebelum keputusan suku bunga bisa lebih longgar. Kombinasi “growth melemah + inflasi kuat” membuat pasar semakin sensitif terhadap risiko suku bunga tinggi lebih lama.
Di level saham, emiten yang biasanya jadi barometer spekulasi AI ikut terkoreksi. Nvidia, Meta, dan Microsoft turun hingga sekitar 1%, menandakan momentum yang sempat panas mulai mereda di tengah kondisi makro yang kurang mendukung risk appetite.
Sektor keuangan juga melanjutkan pelemahan, terutama bank dan manajer aset yang terseret oleh penurunan outlook kredit. Sementara itu, Newmont bergerak mendekati datar cenderung melemah tipis setelah perusahaan memproyeksikan produksi emas tahun ini lebih rendah, meski sentimen komoditas masih dipengaruhi geopolitik.(yds)
Sumber: newsmaker.id