• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 February 2026 07:28  |

Wall Street Ditutup Lebih Tinggi, Asia Naik Serentak

Saham-saham Asia menguat sejak pembukaan perdagangan setelah rebound di sektor teknologi dan data ekonomi AS yang solid mendorong Wall Street lebih tinggi. Dolar AS juga mengurangi sebagian keuntungannya setelah sesi perdagangan Amerika.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik untuk hari kedua, didukung oleh reli di saham Australia dan Jepang. Saham Korea Selatan bahkan menyentuh rekor tertinggi, sementara sentimen terbawa dari AS, di mana S&P 500 naik 0,6% dan Nasdaq 100 menguat 0,8%. Pasar di Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Taiwan tetap tutup karena liburan Tahun Baru Imlek.

Kenaikan di New York menandakan bahwa kekhawatiran tentang "gangguan" di sektor AI mulai mereda, dan beberapa investor mulai mencari peluang pembelian setelah koreksi. Beberapa pelaku pasar menganggap aksi jual sebelumnya di saham perangkat lunak berlebihan dan lebih merupakan reaksi spontan.

Di pasar mata uang, dolar sedikit melemah terhadap sebagian besar mata uang utama G-10 dalam perdagangan Asia, setelah indikator dolar Bloomberg sempat naik 0,5% pada hari Rabu. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap relatif datar setelah turun pada sesi New York, ketika lelang obligasi AS 20 tahun senilai US$16 miliar mendapat permintaan yang lemah.

Pasar juga mengawasi agenda Asia pada hari Kamis, termasuk data tenaga kerja Australia dan keputusan suku bunga di Filipina dan Indonesia. Dari AS, sentimen didukung oleh data yang menunjukkan produksi industri mencatat peningkatan terbesar dalam hampir satu tahun, pesanan peralatan bisnis meningkat lebih dari yang diperkirakan, dan pembangunan perumahan mencapai level tertinggi dalam lima bulan.

Namun, risalah rapat Fed menunjukkan beberapa pejabat menginginkan pernyataan yang lebih agresif, membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Harga kontrak berjangka Fed Funds menunjukkan bahwa pasar sedikit menurunkan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga, tetapi masih memperkirakan dua penurunan sebesar 25 bps pada tahun 2026. Di pasar komoditas, harga minyak stabil setelah lonjakan harian terbesar sejak Oktober di tengah spekulasi tentang risiko Iran, sementara harga emas sedikit turun setelah melonjak 2% pada hari sebelumnya karena pasar menunggu arahan suku bunga dari The Fed. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Pasar Saham Asia Terus Menguat, S&P 500 Juga Tembus Rekor

Saham-saham Asia melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut, mengikuti momentum positif dari Wall Street yang mendorong ral...

23 December 2025 07:21
BIAS23.com NM23 Ai