• Mon, Feb 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

16 February 2026 07:44  |

Bursa Asia Menguat Tipis, CPI AS Perbaiki Sentimen

Bursa saham Asia mencatat penguatan terbatas pada pembukaan perdagangan, seiring tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir mulai mereda. Sentimen membaik setelah data inflasi Amerika Serikat mendukung pandangan bahwa Federal Reserve berpeluang memangkas suku bunga tahun ini.

Di Jepang, saham dibuka lebih tinggi setelah data produk domestik bruto (PDB) menunjukkan ekonomi tumbuh tipis pada kuartal IV 2025, berbalik dari kontraksi tajam pada periode sebelumnya. Pergerakan yen cenderung stabil, mencerminkan respons pasar yang terukur terhadap kombinasi data domestik dan arah kebijakan global.

Saham Australia turut menguat tipis pada awal perdagangan, meski pekan ini diwarnai libur Tahun Baru Imlek yang berdampak pada aktivitas pasar di kawasan. China daratan ditutup sepanjang pekan, sementara pasar AS libur pada Senin dalam rangka Presidents’ Day, kondisi yang berpotensi membuat likuiditas dan volatilitas lebih terbatas.

Di pasar aset lain, emas dan perak yang sama-sama mencatat reli bersama saham sepanjang tahun ini turun tipis pada perdagangan awal. Dolar AS relatif stabil terhadap mata uang utama, Bitcoin bertahan di sekitar $68.700 setelah berfluktuasi selama akhir pekan, sementara harga minyak bergerak nyaris tidak berubah.

Pergerakan ini menunjukkan latar pasar yang lebih kondusif setelah indeks S&P 500 mencatat penurunan mingguan beruntun, dipicu ketidakpastian terkait dampak disrupsi teknologi AI terhadap dunia usaha. Namun, data CPI AS pada Jumat yang naik 0,2% pada Januari kenaikan terendah sejak Juli mendorong pasar meningkatkan probabilitas pelonggaran moneter, meski sejumlah pelaku menilai data tersebut belum cukup untuk mengubah kebijakan Fed secara drastis.

Pasar obligasi merespons positif, dengan yield Treasury AS tenor 10 tahun dan tenor 2 tahun turun sekitar lima basis poin pada Jumat. Pelaku pasar masih memperhitungkan pemangkasan suku bunga pada Juli, serta peluang yang kuat untuk langkah serupa pada Juni. Meski demikian, Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, menegaskan inflasi belum kembali ke jalur target 2% dan saat ini masih “tertahan” di sekitar 3%. Dari China, Presiden Xi Jinping menekankan penguatan permintaan domestik, sementara Goldman Sachs menaikkan proyeksi surplus transaksi berjalan China di tahun ini, di tengah prospek laba emiten yang dinilai memburuk dan dinamika geopolitik—termasuk insiden daftar Pentagon yang sempat mencantumkan beberapa perusahaan China sebelum ditarik kembali tanpa penjelasan.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Pasar Saham Asia Terus Menguat, S&P 500 Juga Tembus Rekor

Saham-saham Asia melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut, mengikuti momentum positif dari Wall Street yang mendorong ral...

23 December 2025 07:21
BIAS23.com NM23 Ai