Data Jobs Mengejutkan, Dow–S&P–Nasdaq Kompak Naik
Saham-saham AS menguat pada Rabu (11/2) setelah laporan ketenagakerjaan Januari yang tertunda keluar lebih baik dari perkiraan, membantu menenangkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS mulai kehilangan momentum. Data ini memberi pasar alasan untuk kembali mengambil risiko, meski investor tetap mencermati arah suku bunga setelah rangkaian rilis makro yang saling tarik-menarik.
Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik sekitar 207 poin (+0,4%). S&P 500 menguat 0,6%, sementara Nasdaq Composite memimpin kenaikan dengan lonjakan 0,8%, didorong penguatan saham-saham berorientasi pertumbuhan.
Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) dari Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan ekonomi AS menambah 130.000 pekerjaan pada Januari—jauh di atas konsensus sekitar 55.000. Angka Desember juga direvisi turun menjadi 48.000, sehingga rilis Januari terlihat seperti “rebound” yang cukup jelas. Sementara itu, tingkat pengangguran turun ke 4,3%, sedikit lebih baik dari perkiraan pasar 4,4%.
Rilis ini datang sehari setelah data penjualan ritel menunjukkan pengeluaran konsumen Desember stagnan, yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran bahwa mesin konsumsi—penopang utama ekonomi AS—mulai melemah. Dengan NFP yang lebih solid, sebagian tekanan sentimen negatif tersebut mereda, setidaknya untuk sementara.
Saham-saham siklikal dan industrial yang sensitif terhadap prospek pertumbuhan ikut menguat. Caterpillar, GE Vernova, dan Eaton mencatat kenaikan, seiring pasar menilai aktivitas ekonomi masih cukup tahan banting. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut naik setelah data pekerjaan, mencerminkan penyesuaian ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan suku bunga ke depan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id